SULAWESI SELATAN — FIFA Rivals mencatat lebih dari 1 juta download di Android, menjadikannya game sepak bola berbasis Web3 paling banyak diunduh sepanjang 2026. Posisi itu diraih di tengah persaingan dengan Sorare yang mengantongi rating 4,6 bintang dan Goal Chain yang baru mengumpulkan 100 ribu unduhan. Ketiganya menawarkan pendekatan berbeda dalam menyatukan sepak bola dengan blockchain.
FIFA Rivals membangun pengalamannya lewat pertandingan bergaya arcade. Pemain menyusun tim, mengatur formasi, meningkatkan kemampuan pemain, lalu berhadapan dengan pengguna lain dalam duel PvP real-time. Sepanjang 2026, game ini menghadirkan pembaruan Fresh Ink yang membuka akses ke pemain terbaru melalui Season Pass.
Pemain hasil Season Pass bisa dipakai di pertandingan cepat, Flash Events, dan Challenges. Season Shop melengkapi ekosistem dengan perlengkapan untuk memperkuat tim. Dari sisi infrastruktur, FIFA Rivals berjalan di Mythos blockchain yang dibangun di atas Polkadot.
Sorare memimpin dari sisi penilaian pengguna dengan rating 4,6 bintang dari 7,94 ribu ulasan, meski jumlah unduhannya baru 500 ribu lebih. FIFA Rivals berada di bawahnya dengan rating 4,2 bintang, tetapi unggul jauh dari sisi basis pengguna lewat 26 ribu ulasan yang terkumpul.
Goal Chain menempati posisi ketiga dengan rating 4,0 bintang dan 100 ribu lebih unduhan. Jumlah ulasannya baru sembilan, menandakan basis pengguna yang masih kecil dan ekosistem yang belum matang dibanding dua pesaingnya.
Sorare mengusung model fantasy sports dengan kartu digital pemain. Pengguna mengoleksi kartu dari lebih dari 300 tim berlisensi, menyusun skuad, lalu menggunakannya dalam kompetisi yang mengacu pada pertandingan dunia nyata.
Kartu pemain Sorare berbentuk NFT berbasis Ethereum dengan standar ERC-721. Status itu membuat kartu bisa dipakai bertanding, disimpan sebagai koleksi, ditransfer, atau diperdagangkan di pasar sekunder. Sorare juga menyediakan permainan berbasis NBA dan MLB, sehingga konsepnya tidak terbatas pada sepak bola.
Goal Chain mengambil jalur berbeda dengan membangun ekosistem sepak bola digital yang menggabungkan Web3, blockchain, dan pengalaman 3D metaverse. Tahap awalnya berjalan lewat Goal Chain Blockchain Mining, tempat pengguna mengumpulkan GCM Coin dengan menyelesaikan tugas harian, mengikuti acara khusus, dan mengundang teman.
Pengembangan ekosistem Goal Chain direncanakan berlangsung dalam beberapa fase. Pendekatannya lebih diarahkan pada pembangunan infrastruktur sepak bola Web3 ketimbang menghadirkan permainan yang langsung kompetitif seperti dua pesaingnya.
Implementasi Web3 tidak selalu berarti NFT. Setiap game memakai blockchain dengan cara masing-masing, ada yang menjadikannya aset digital yang diperdagangkan, ada pula yang memposisikannya sebagai bagian dari infrastruktur ekosistem.
Perbedaan itu yang membedakan game sepak bola Web3 dari game sepak bola biasa. Pada Sorare, pengguna benar-benar memiliki kartu pemain dalam bentuk NFT. FIFA Rivals memakai blockchain sebagai lapisan pendukung di balik permainan arcade, sementara Goal Chain menempatkan blockchain sebagai fondasi ekosistem yang lebih luas.
Bagi pelaku bisnis digital dan investor, tiga game ini memperlihatkan bahwa adopsi Web3 di sektor olahraga belum menemukan satu formula tunggal. Basis pengguna FIFA Rivals yang menembus 1 juta download menunjukkan model arcade lebih mudah diterima pasar massal, sedangkan Sorare dan Goal Chain masih bermain di ceruk pengguna yang lebih spesifik.