PAREPARE — Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan menyatakan pengamanan lebih mengutamakan langkah pencegahan dengan menempatkan personel di sejumlah titik strategis. Aparat menerapkan pengamanan berlapis mulai dari jalur kedatangan hingga kawasan stadion. Petugas mengatur jalur masuk dan keluar, zona penonton, serta area parkir bagi pendukung kedua tim.
Menurut Phunky, pengaturan alur masuk dan keluar serta zona penonton dilakukan untuk meminimalisasi gesekan antarpendukung Sidrap dan Bone. Langkah itu dinilai efektif menjaga jarak antarkelompok suporter selama pertandingan berlangsung.
"Kita lakukan pengaturan alur masuk dan keluar serta zona penonton untuk meminimalisasi gesekan antarpendukung Sidrap dan Bone," kata Phunky.
Pengamanan pertandingan melibatkan unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, petugas ambulans, dan panitia. Jalur evakuasi serta ambulans siaga disiapkan untuk mengantisipasi keadaan darurat.
Phunky menilai situasi kondusif tidak terlepas dari koordinasi lintas sektor dan sikap suporter yang mampu menjaga sportivitas. Ia menyebut kedewasaan pendukung kedua tim sebagai faktor penting di balik kelancaran laga final tersebut.
"Alhamdulillah, berkat rahmat Allah SWT serta sinergi yang solid antara TNI dan Polri, Pemerintah Kota Parepare, instansi terkait, panitia, dan kedewasaan para suporter dari Sidrap maupun Bone, pertandingan final ini selesai tanpa gangguan kamtibmas yang berarti," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang ikut menjaga keamanan pertandingan, khususnya para suporter dari Sidrap dan Bone.
"Ini kemenangan kita bersama untuk sepak bola Sulawesi Selatan yang semakin sportif dan bermartabat," lanjutnya.
Pengaturan massa, kesiapan layanan kesehatan, dan koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menjaga pertandingan dengan jumlah penonton besar tetap aman. Pertandingan Sidrap vs Bone sekaligus menunjukkan bahwa rivalitas olahraga dapat berjalan beriringan dengan ketertiban dan sportivitas di luar lapangan.