SULAWESI SELATAN — Pelatnas PBSI Cipayung menjadi tempat Nova Widianto menyusun strategi jelang Asian Games 2026. Ia sudah mempersiapkan Amri/Nita sejak dua pekan terakhir, dengan fokus utama membangun mental bertanding di multi-event.
Di Asian Games nanti, Indonesia menurunkan dua wakil di sektor ganda campuran. Selain pasangan dadakan Nikolaus Joaquin/Siti Fadia Silva Ramadhanti, Amri/Nita diandalkan sebagai ujung tombak.
Nova berharap pasangan itu tampil lepas seperti saat meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia terakhir. Menurutnya, kunci utamanya adalah tidak terbebani hasil bagus sebelumnya.
"Kalau bisa, bisa lebih, gitu loh. Karena saya lihat pun mereka punya kemampuan. Game plan mereka juga bagus," kata Nova saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Kamis (10/9/2026).
"Mungkin kendalanya satu kan, jangan memikirkan hasil bagus kemarin (medali perunggu World Championships) yang jadinya membuat nervous. Bermain lah nothing to lose. Karena saya rasa mereka bisa," tutur peraih medali perak Olimpiade Beijing 2008.
Kans Amri/Nita dinilai terbuka lebar karena dominasi pasangan tertentu mulai pudar. Nova menyoroti penurunan performa sejumlah ganda campuran China sebagai peluang yang harus dimanfaatkan.
"Persaingan sekarang di mix double sudah enggak menentu. Banyak pasangan China yang agak menurun nih. Jadi kita harus manfaatkan itu. Berapa kali pasangan China sudah lepas. World Championships saja sudah dua kali lepas. Kemarin di China Masters juga cuma satu, biasanya minimal dua di semifinal," dia mengungkapkan.
"Jadi kita harus manfaatkan lah karena mulai rata dan enggak ada yang terlalu dominan lagi setelah pensiunnya Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Makanya, kans lebih dari medali pun saya rasa ada."
Nova menegaskan kemampuan teknis bukan satu-satunya faktor penentu. Pengalaman bertanding di multi-event seperti Asian Games sering menjadi ujian tersendiri bagi pemain.
"Tinggal dari kitanya saja. Kadang-kadang kan multi-event juga enggak gampang. Jika mereka punya mental kuat dan kemauan keras, saya rasa bisa medali," tegas eks pelatih ganda campuran Malaysia ini.
Asian Games 2026 akan berlangsung di Aichi-Nagoya, mulai 19 September hingga 4 Oktober. Ganda campuran Indonesia terakhir kali merebut medali emas pada Asian Games 1982 melalui Christian Hadinata/Ivana Lie.
Selama puluhan tahun, sektor ini belum kembali menyumbang emas. Tekanan sejarah itu menjadi beban sekaligus motivasi bagi Amri/Nita untuk mengakhiri puasa gelar di pesta olahraga terbesar Asia tersebut.