Jahe Mentah untuk Cegah Flu: Fakta Dokter Gizi dan Cara Aman Konsumsinya

Penulis: Ramli Siregar  •  Kamis, 10 September 2026 | 09:38:31 WIB
Dokter spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK menegaskan jahe bukan obat instan pembunuh virus flu.

SULAWESI SELATAN — Mengunyah jahe mentah disebut-sebut lebih ampuh mencegah flu, sehingga banyak orang langsung menelannya tanpa diolah. Klaim ini perlu diluruskan, karena jahe punya manfaat nyata sekaligus risiko yang jarang dibahas.

Dokter spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK menegaskan jahe bukan obat instan pembunuh virus flu. Ada cara konsumsi yang jauh lebih aman untuk mendapat manfaatnya tanpa membuat lambung tersiksa.

Jahe Bukan Pembunuh Virus Flu Instan

Jahe memang punya sifat antioksidan dan antiinflamasi yang tinggi. Kandungan ini membantu meredakan peradangan di dalam tubuh, termasuk saat gejala awal flu muncul.

Saat tenggorokan mulai terasa tidak nyaman, jahe bisa memberi sensasi hangat dan membantu meredakan radang. Namun dr Yaze menegaskan konsumsi jahe tidak bisa dianggap sebagai obat instan yang menghilangkan virus yang sudah masuk ke tubuh.

"Jahe memang bagus banget buat meredakan radang tenggorokan dan menghangatkan tubuh saat gejala awal flu. Tapi, jahe bukan obat pembunuh virus flu secara instan," kata dr Yaze.

Risiko Mengunyah Jahe Mentah Saat Perut Kosong

Tren mengunyah jahe langsung perlu diwaspadai, terutama jika dilakukan dalam kondisi mentah dan perut kosong. Cara ini berisiko memicu iritasi pada lambung.

Keluhan yang muncul bisa berupa rasa tidak nyaman di perut hingga heartburn. Bagi pengidap GERD, konsumsi jahe mentah berpotensi membuat keluhan kambuh.

"Mengunyah jahe secara langsung, apalagi dalam kondisi mentah dan juga dalam kondisi perut kosong, itu malah bisa mengiritasi lambung, bisa terjadi heartburn, dan juga GERD kamu jadi kumat," tegas dr Yaze.

Mengunyah potongan jahe mentah bukan berarti mendapat efek kesehatan yang lebih maksimal. Nutrisi jahe tetap bisa didapat lewat cara pengolahan yang lebih ramah lambung.

Cara Aman Konsumsi Jahe agar Manfaatnya Maksimal

dr Yaze menyarankan jahe digeprek lalu diseduh dengan air hangat. Cara ini lebih nyaman dan aman dibandingkan mengunyah jahe mentah langsung.

"Jadi, cara terbaik cukup geprek jahe dan diseduh dengan air hangat. Bisa ditambah madu ataupun lemon," jelas dr Yaze.

Tambahan madu atau lemon membuat rasa seduhan jahe lebih segar sekaligus membantu meredakan tenggorokan. Minuman ini bisa dikonsumsi hangat saat gejala awal flu mulai terasa.

Daya Tahan Tubuh Tetap Butuh Kebiasaan Pendukung

Konsumsi jahe perlu dibarengi kebiasaan yang mendukung daya tahan tubuh. Cukupi asupan makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan olahraga teratur.

Ketiganya berperan penting membantu tubuh mengatasi infeksi, bukan hanya bergantung pada satu bahan alami. Jahe berfungsi sebagai pendukung, bukan pengganti pola hidup sehat.

Kapan Perlu Lebih Berhati-hati

Ibu dengan riwayat GERD, maag, atau lambung sensitif sebaiknya menghindari jahe mentah sepenuhnya. Pilih jahe seduh hangat dan hindari konsumsi saat perut kosong.

Jika keluhan flu tidak membaik dalam beberapa hari atau disertai demam tinggi, segera konsultasi ke dokter. Jahe bisa membantu meredakan gejala, tapi tidak menggantikan penanganan medis yang tepat.

Jahe tetap bermanfaat untuk meredakan radang tenggorokan dan menghangatkan tubuh, asal tidak dikonsumsi mentah saat perut kosong. Geprek, seduh air hangat, tambah madu atau lemon — cara sederhana ini jauh lebih aman untuk lambung.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: health.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top