Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memimpin Shalat Istisqa bersama jajaran Pemprov Sulsel dan ribuan masyarakat di Lapangan Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Selasa. Pelaksanaan ibadah ini merupakan ikhtiar spiritual meminta hujan di tengah kemarau panjang yang telah berdampak pada petani, peternak, dan warga permukiman. Sebelumnya, Pemprov Sulsel telah menyalurkan bantuan pompa air, sumur bor, hingga air bersih ke pemukiman warga.
MAKASSAR — Andi Sudirman Sulaiman menyebut pelaksanaan Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama menghadapi dampak kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Kondisi kemarau yang berkepanjangan telah menurunkan debit air dan memicu krisis di sektor pertanian, peternakan, hingga kebutuhan rumah tangga.
Shalat Istisqa dipimpin Ustadz Muhammad Iqbal Coing sebagai imam. Adapun khutbah disampaikan Ustadz Mufassir Arif Lc.
“Hari ini kami melaksanakan Shalat Istisqa untuk meminta agar hujan turun. Kita melihat sudah banyak yang terdampak kekeringan, baik petani, peternak, maupun masyarakat di kawasan permukiman,” kata Andi di Makassar, Selasa.
Gubernur menekankan pentingnya memperkuat ikhtiar lahir dan batin di tengah kondisi cuaca ekstrem ini. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan keimanan melalui amalan spiritual.
“Mari kita perbanyak istigfar, memperbanyak doa, dan tentu terus berikhtiar melakukan yang terbaik,” tuturnya.
Pemprov Sulsel tidak hanya mengandalkan pendekatan spiritual. Sebelumnya, pemerintah telah menjalankan sejumlah langkah mitigasi dan penanganan kekeringan secara konkret di lapangan.
Bantuan yang disalurkan mencakup pompa air, pembuatan sumur bor, hingga pengiriman langsung air bersih ke pemukiman warga yang mengalami krisis air. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.