SULAWESI SELATAN — Kepadatan permukiman warga Ibu Kota membuat dampak kebakaran kerap lebih luas dan cepat merambat. Pada kondisi ini, deteksi dini dan respons cepat menjadi pembeda antara kebakaran kecil yang padam dalam hitungan menit dengan musibah besar yang menghanguskan puluhan rumah.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, dalam keterangan yang diterima pekan ini, menegaskan bahwa pelibatan warga melalui program relawan merupakan garda terdepan mitigasi. "Relawan adalah perpanjangan tangan kami di lapangan, mereka yang pertama tahu kondisi lingkungannya," ujarnya.
Akses jalan yang sempit dan sumber air yang terbatas kerap menjadi kendala mobil pemadam pemadam tiba di lokasi. Kondisi ini yang membuat keberadaan relawan terlatih menjadi krusial untuk melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya seperti karung basah atau alat pemadam api ringan (APAR).
Mereka juga bertugas melakukan sosialisasi kepada tetangga soal bahaya korsleting listrik dan kelalaian kompor gas, dua penyebab kebakaran yang paling dominan di wilayah perkotaan. Edukasi ini dinilai lebih efektif karena disampaikan oleh sesama warga.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengingatkan sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jakarta, memasuki periode kering dengan curah hujan rendah. Kondisi ini membuat material mudah terbakar, seperti sampah kering dan bangunan semi permanen, menjadi lebih rentan terhadap percikan api.
Data Dinas Gulkarmat mencatat tren peningkatan kejadian pada bulan-bulan kering. Oleh karena itu, kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan dengan menambah personel, tetapi juga memastikan setiap Rukun Warga (RW) memiliki relawan yang aktif dan terlatih.
Pemprov DKI menilai keberadaan relawan perlu diukur efektivitasnya secara berkala. Pelatihan pemadaman, simulasi evakuasi, dan pengecekan rutin peralatan menjadi agenda yang terus digencarkan di tingkat kelurahan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya menekan angka kerugian materiil dan korban jiwa. Dengan kesiapsiagaan yang dimulai dari lingkungan terkecil, diharapkan potensi kebakaran besar dapat dicegah sebelum aparat tiba di lokasi kejadian.