SULAWESI SELATAN — Keputusan itu diumumkan Belgia pada Senin (13/10), di tengah meningkatnya tekanan terhadap Infantino. Federasi Belgia menjadi federasi besar terbaru yang bergabung dengan Inggris dalam menentang kepemimpinan Infantino, yang mencalonkan diri kembali untuk periode hingga 2031.
Dalam pernyataan resminya, Federasi Belgia menyoroti dua hal utama. Pertama, FIFA dinilai tidak menunjukkan transparansi dalam inisiatif pengembangan proyeknya. Kedua, keputusan FIFA yang membatalkan sanksi larangan bermain Balogun dianggap tidak memiliki dasar yang jelas.
Federasi Belgia menilai sejumlah keputusan penting hingga kini belum didukung alasan yang memadai. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang tata kelola dan proses pengambilan keputusan di FIFA.
Ketegangan ini berawal dari usulan FIFA untuk menjual saham komersial Piala Dunia kepada perusahaan investasi swasta senilai 4,2 miliar dolar AS. Rencana tersebut memicu kritik tajam dan dengan cepat ditarik kembali pada 1 Agustus.
Belakangan, muncul perselisihan soal keputusan FIFA yang menunda larangan bermain Balogun satu pertandingan. Keputusan ini diambil setelah Presiden AS Donald Trump menghubungi Infantino, memungkinkan penyerang tersebut tampil melawan Belgia di Piala Dunia.
Federasi Belgia menegaskan pihaknya berkomunikasi erat dengan UEFA. Sebelumnya, UEFA telah memimpin seruan yang menuntut pengunduran diri Infantino dan mengancam akan memboikot turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia.
Federasi Sepak Bola Inggris juga telah menarik dukungannya. Bergabungnya Belgia menambah daftar federasi yang menolak kepemimpinan Infantino menjelang pemilihan tahun depan.
Presiden Federasi Belgia, Pascale Van Damme, menyatakan pihaknya telah menunggu jawaban selama dua bulan tanpa hasil.
"Setelah dua bulan berlalu sejak peristiwa itu, kami mencatat bahwa pertanyaan-pertanyaan kami hingga kini masih belum terjawab," ujar Van Damme dalam pernyataan resminya.
"Kami meminta klarifikasi yang diperlukan dan ingin mengeksplorasi cara-cara untuk memperbaiki prosedur yang ada, agar kasus serupa dapat ditangani dengan jelas, konsisten, dan efektif di masa mendatang," tegasnya.
Federasi Belgia secara resmi meminta FIFA untuk memasukkan kasus Balogun ke dalam agenda rapat dewan FIFA berikutnya pada 15 Oktober. Mereka ingin memperoleh jawaban jelas mengenai proses pengambilan keputusan FIFA dan langkah-langkah perbaikan yang akan diambil.