MAROS — Proses evakuasi puluhan pendaki itu berlangsung dramatis saat kobaran api mendekati jalur turun. Dari data posko pantau Bulu Saukang, sebanyak 68 orang masih berada di atas gunung ketika api membesar, sementara ratusan lainnya sudah lebih dulu mencapai posko. Tim gabungan dari Damkarmat Maros, Basarnas, TNI-Polri, hingga relawan Mapala UMI dan Saukang Explorer dikerahkan untuk memastikan tidak ada pendaki yang tertinggal.
"Alhamdulillah sudah turun semua. Sekarang dicek semua karcisnya," ujar relawan SAR, Ondong, saat proses verifikasi pendaki yang keluar dari jalur pendakian.
Dari puluhan pendaki yang dievakuasi, tiga orang di antaranya membutuhkan penanganan medis darurat di posko. Dua pendaki perempuan dilaporkan mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal, sementara satu lainnya mengalami keseleo pada pergelangan kaki saat tergesa-gesa turun dari puncak.
"Ketiganya kemudian mendapat penanganan dari tim gabungan. Sebagian besar pendaki yang telah dievakuasi juga sudah meninggalkan lokasi," kata Kasi Sarpras dan Informasi Damkarmat Maros, M. Ilham Halim Syah, Senin (8/9).
Kebakaran ini terbilang cepat melahap vegetasi di kawasan tersebut. Berdasarkan pantauan di lapangan, titik api perdana muncul di pos 5 yang berjarak sekitar 300 meter dari puncak. Dari sana, api merambat ke jalur umum di pos 3 dan terus membakar area puncak, dengan total area terdampak mencapai satu kilometer.
"Saat Isya kejadiannya. Banyak tadi pendaki yang dievakuasi," kata Ondong menambahkan, menggambarkan situasi mencekam yang terjadi bertepatan dengan waktu ibadah magrib.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Maros melalui Ilham menyebutkan bahwa titik api pertama kali terlihat di pos 5 pada pukul 20.12 WITA. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan Manggala Agni untuk penanganan lebih lanjut.
Proses pemadaman menghadapi kendala medan. Dua armada mobil pemadam yang diterjunkan hanya mampu mencapai kaki bukit, sehingga pemadaman di area atas terpaksa dilakukan secara manual oleh 21 personel yang dikerahkan.
"Pemadaman di atas bukit menggunakan jet shooter atau pompa punggung," jelas Ilham.
Hingga saat ini, petugas masih melakukan pemadaman dan pemantauan intensif di kawasan Gunung Saukang untuk mencegah munculnya titik api baru. Luas pastian areal yang terbakar masih dalam proses pendataan oleh tim gabungan di lapangan.