LUWU TIMUR — Dinas PPKB Kabupaten Luwu Timur kembali mengaktifkan program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) pada putaran kedua. Sasaran utamanya adalah 53 desa lokus stunting yang tersebar di wilayah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Pada hari pertama pelaksanaan, program ini menyasar tujuh desa yang berada di Kecamatan Malili, Wasuponda, dan Nuha. Secara keseluruhan, kegiatan direncanakan berlangsung selama enam hari.
Secara teknis, Dashat melakukan simulasi atau praktik mengolah bahan makanan lokal yang tersedia di daerah sasaran. Bahan-bahan tersebut kemudian diracik menjadi menu makanan sesuai kebutuhan asupan gizi bagi kelompok sasaran.
Kegiatan tidak hanya berhenti pada praktik memasak. Tim dari Dinas PPKB juga memberikan penyuluhan langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya asupan nutrisi.
Implementasi program Dashat menyasar tiga kelompok utama di masyarakat: ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi di bawah dua tahun atau baduta. Mereka adalah kelompok yang paling rentan terhadap masalah kekurangan gizi.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan Dinas PPKB Kabupaten Luwu Timur, Andi Tulleng, SKM., M.Kes., menegaskan bahwa masalah stunting harus dicegah sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
“Di 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) ini perlu penanganan dan perhatian yang serius, terutama tentang pola makan yang menekankan pada pemenuhan gizi seimbang yang dibutuhkan oleh tubuh,” ujar Andi Tulleng dalam penyuluhan bersama tim di desa lokus.
Andi menjelaskan bahwa upaya penanganan stunting tidak cukup hanya dengan memperbaiki asupan gizi. Pola asuh orang tua, khususnya ibu, juga menjadi faktor penentu, baik saat hamil, menyusui, maupun ketika mengasuh anak berusia dua tahun.
“Untuk penanganan masalah stunting juga tetap memperhatikan tentang lingkungan yang bersih,” katanya.
Ia menekankan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara komprehensif dan sedini mungkin dengan memperhatikan tiga hal penting: pola makan, pola asuh, dan lingkungan yang bersih.
Kegiatan yang digerakkan Dinas PPKB ini melibatkan masyarakat umum yang menjadi sasaran program, bidan desa, kader Dashat, serta Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB) yang bertugas di Kabupaten Luwu Timur.
Sesuai arahan Kepala Dinas PPKB Kabupaten Luwu Timur, Amrullah, S.Pd., MM, pelaksanaan Dashat diharapkan berjalan optimal dan tepat menyasar kelompok yang menjadi konsentrasi program. Dapur Sehat Atasi Stunting merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang memadukan sumber daya lokal dengan kontribusi dari berbagai mitra terkait.