SULAWESI SELATAN — TelkomGroup mengubah sisa material plastik dari kemasan kartu perdana dan cangkang SIM card menjadi produk bernilai guna. Material yang dikumpulkan dari mitra outlet dan penyedia layanan ini diolah ulang menjadi barang yang bisa dipakai masyarakat.
Program ini masuk dalam pilar Save Our Planet yang juga mencakup pengelolaan emisi, efisiensi energi, serta optimalisasi sumber daya.
Plastik yang terkumpul tidak berakhir di tempat pembuangan akhir. Setelah melalui proses daur ulang, material tersebut disulap menjadi tiga jenis produk: paving block untuk infrastruktur, phone holder, serta tempat sampah.
Catatan internal Telkomsel menunjukkan hasil daur ulang tersebut tersebar di berbagai titik dan telah dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional maupun publik.
Lonjakan kebutuhan infrastruktur telekomunikasi seiring pertumbuhan layanan digital membuat pengelolaan sumber daya menjadi prioritas. TelkomGroup menempatkan optimalisasi penggunaan material sebagai bagian dari transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Pendekatan ini berjalan paralel dengan program pengelolaan emisi dan peningkatan efisiensi energi di seluruh lini operasional perusahaan.
Vice President Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar kewajiban kepatuhan, melainkan fondasi pertumbuhan jangka panjang.
"Bagi TelkomGroup, sustainability bukan sekadar pemenuhan aspek kepatuhan, melainkan bagian integral dari strategi perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing di era digital," ujar Gunawan.
Perusahaan menyatakan tiga pilar ESG—Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business—menjadi landasan dalam menciptakan nilai ekonomi sekaligus dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Program daur ulang SIM card ini menjadi contoh konkret bagaimana operasional bisnis digital dapat berjalan beriringan dengan tanggung jawab lingkungan.