Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mendorong sekitar 500 peserta Bhayangkara Off-road Merdeka untuk turut mempromosikan potensi destinasi wisata di setiap daerah yang dilintasi. Ajakan ini disampaikan saat pelepasan rombongan di Makassar, Sabtu (28/8), sebelum mereka menempuh rute sepanjang empat kabupaten/kota hingga finis di Parepare.
MAKASSAR — Sebanyak 500 peserta dari berbagai komunitas off-road mengikuti Bhayangkara Off-road Merdeka Seri V yang berlangsung selama tiga hari, 28-30 Agustus 2026. Mereka menempuh lintasan dari Kota Makassar, Kabupaten Barru, Kabupaten Sidrap, hingga finis di Kota Parepare.
Andi Sudirman menyebut kegiatan ini bukan sekadar ajang hobi, melainkan juga menjadi sarana promosi wisata dan aksi sosial. "Saya dengar teman-teman dari off-roader semuanya, sambil jalan, sambil camping, juga memperkenalkan potensi wisata serta menyalurkan bantuan sosial di daerah," ujarnya dalam keterangan di Makassar, Sabtu.
Rute yang dilalui para peserta dirancang melintasi wilayah dengan bentang alam berbeda. Dari pesisir Makassar, rombongan bergerak ke utara menuju Barru yang dikenal dengan perbukitan dan persawahan, lalu menyusuri Sidrap hingga berakhir di Parepare.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 dan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Hadir dalam pelepasan tersebut jajaran Forkopimda Sulsel, sejumlah kepala daerah, Kapolres, serta Ketua Indonesia Off-Road Federation (IOF) Pengda Sulsel Adi Rasyid Ali.
Di sela kegiatan, gubernur mengingatkan para peserta agar turut mengedukasi masyarakat tentang bahaya membakar sampah dan lahan terbuka. "Yang paling penting kita edukasi masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan dan tidak melakukan pembakaran di lahan terbuka. Ini bagian dari kepedulian kita terhadap lingkungan," kata Andi Sudirman.
Imbauan ini disampaikan menyusul tingginya potensi kebakaran lahan di musim kemarau yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Para off-roader yang melewati area persawahan dan perkebunan diminta menjadi garda depan dalam menyampaikan pesan pencegahan kepada warga setempat.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro dan Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol Pria Budi turut melepas para peserta yang akan menempuh perjalanan darat selama tiga hari tersebut.