Panduan Berburu Oleh-Oleh Murah di Makassar: Survei Harga, Rute Belanja, dan Strategi Kemasan agar Hemat

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:19:31 WIB
Wisatawan membandingkan harga oleh-oleh di kawasan Jalan Somba Opu, Makassar.

MAKASSAR — Pusat oleh-oleh murah di Makassar menjadi tujuan penting bagi wisatawan yang ingin membawa pulang makanan, minuman, kain, dan cendera mata tanpa menguras anggaran perjalanan. Namun, berburu buah tangan hemat menuntut lebih dari sekadar memasuki toko pertama yang ditemui. Survei harga, perbandingan ukuran kemasan, hingga perencanaan waktu belanja menjadi kunci utama menentukan nilai yang didapat.

Makassar memegang posisi strategis sebagai pusat perdagangan dan pintu masuk menuju berbagai destinasi di Sulawesi Selatan. Keragaman ini tercermin dari jenis oleh-oleh yang tersedia, mulai dari kue tradisional, kopi, sirup, keripik, hingga kain, kerajinan tangan, suvenir, dan produk khas Toraja. Indonesia Travel mencatat sejumlah makanan khas yang lazim dijadikan buah tangan, antara lain bannang-bannang, baruasa, bagea, kopi Toraja, sirup markisa, dan keripik pisang ijo.

Langkah Awal: Tentukan Titik Survei di Kawasan Belanja Utama

Mulailah berburu oleh-oleh dengan menentukan kawasan belanja yang sesuai dengan jenis produk yang dicari. Jalan Somba Opu menjadi kawasan paling dikenal, yang oleh Indonesia Travel disebut sebagai tempat mencari suvenir dan oleh-oleh khas Makassar. Kawasan ini menarik karena bukan sekadar satu toko besar, melainkan area perdagangan yang memungkinkan pembeli membandingkan barang dari beberapa penjual sekaligus.

Di sepanjang Jalan Somba Opu, wisatawan dapat menemukan kain tenun, suvenir, kerajinan, produk Toraja, makanan khas, berbagai cendera mata, serta toko emas dan perak. Keuntungan utama berbelanja di kawasan ini adalah kesempatan membandingkan harga dan model sebelum memutuskan pembelian, terutama jika barang yang dicari berupa suvenir dalam jumlah banyak.

Proses Seleksi: Masukkan Toko Spesifik ke dalam Rute Belanja

Setelah survei di kawasan utama, langkah berikutnya adalah memasukkan toko-toko spesifik ke dalam rute. Toko Kerajinan Unggul di Jalan Patimura No. 8, Kota Makassar, menjadi salah satu tempat yang layak dikunjungi. Indonesia Travel mencatat toko ini menjual berbagai suvenir, kaus, kain khas Makassar, sirup markisa, dan camilan.

Karakter "one-stop shopping" membuat tempat seperti ini praktis bagi wisatawan yang ingin membeli makanan sekaligus suvenir dalam satu kunjungan. Selain itu, Indonesia Travel juga menyebut Cahaya Oleh-oleh di Jl. Sulawesi No. 181, Melayu Baru, Wajo, sebagai tempat yang dapat dicari untuk produk buah tangan. Kawasan Jalan Sulawesi ini dapat dimasukkan dalam rute apabila aktivitas perjalanan memang melewati area pusat kota.

Tahap Perbandingan: Menakar Nilai Terbaik dari Setiap Kemasan

Memasuki tahap pembelian, strategi utama yang harus diterapkan adalah membandingkan harga per kemasan, bukan hanya melihat nominal di label. Sebuah kue mungkin terlihat lebih murah karena kemasannya lebih kecil. Contoh sederhananya, Paket A seharga Rp20.000 untuk 200 gram, sementara Paket B seharga Rp30.000 untuk 400 gram.

Walaupun Paket B lebih mahal secara nominal, harga per gram sebenarnya lebih rendah, sehingga lebih efisien untuk pembelian dalam jumlah banyak. Untuk oleh-oleh yang akan dibagikan di rumah, kemasan besar sering lebih efisien, namun ukuran besar tidak selalu ideal untuk hadiah personal. Sebelum memutuskan membeli dalam jumlah besar, lakukan satu putaran terlebih dahulu untuk melihat harga.

Setelah menemukan kisaran harga, catat nama produk, bandingkan ukuran, periksa tanggal kedaluwarsa, dan bandingkan kemasan sebelum menentukan jumlah pembelian.

Eksekusi: Pilih Produk dan Waktu Belanja yang Tepat

Dalam hal produk, makanan kering seperti bannang-bannang, baruasa, bagea, dan keripik pisang biasanya menjadi pilihan paling praktis ketika anggaran terbatas. Untuk minuman, sirup markisa dan kopi Toraja dapat menjadi buah tangan bernilai. Pastikan untuk memeriksa ukuran botol, segel, tanggal kedaluwarsa, kondisi tutup, dan petunjuk penyimpanan.

Untuk perjalanan menggunakan pesawat, kemasan cair juga perlu disesuaikan dengan aturan bagasi maskapai. Waktu belanja sangat menentukan kenyamanan. Pada hari pertama atau pertengahan perjalanan, gunakan waktu untuk survei harga, membeli suvenir, melihat pilihan kain, dan mencari produk nonmakanan.

Sehari sebelum pulang, fokuslah pada makanan kering, kopi, sirup, dan oleh-oleh kemasan. Sementara di hari keberangkatan, waktu tersebut cocok untuk membeli produk yang lebih mudah rusak, makanan yang baru dibuat, atau pembelian tambahan setelah mengetahui ruang bagasi.

Apa yang Terjadi Selanjutnya? Kemasan dan Antisipasi Kesalahan

Setelah menemukan barang murah, tantangan berikutnya adalah pengemasan agar tidak berantakan. Pisahkan makanan kering bersama makanan kering, bungkus botol sirup secara terpisah, pisahkan kain dan pakaian dari makanan, beri pelindung untuk produk yang mudah pecah, dan tempatkan barang berat di bagian bawah. Untuk kue yang mudah remuk, kardus lebih aman dibandingkan kantong plastik tipis.

Perlu diingat bahwa belanja murah dapat menjadi mahal jika dilakukan tanpa perhitungan. Beberapa kesalahan yang perlu dihindari adalah membeli terlalu banyak pada toko pertama, tidak membandingkan ukuran kemasan, tidak memeriksa tanggal kedaluwarsa, membeli makanan basah terlalu awal, mengabaikan kapasitas bagasi, mencampur makanan dengan barang beraroma kuat, dan tidak menyisakan anggaran untuk kebutuhan perjalanan pulang. Dengan rute yang tepat dan anggaran yang terukur, pusat oleh-oleh murah di Makassar dapat menjadi bagian perjalanan yang sama berkesannya dengan destinasi wisata itu sendiri.

Reporter: Redaksi
Back to top