Sensor Baru Texas Instruments Bikin Motor Listrik Lebih Halus dan Hemat Baterai

Penulis: Ramli Siregar  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:25:32 WIB
Sensor arus TMCS2100-Q1 dari Texas Instruments dipamerkan untuk meningkatkan presisi pengukuran pada traction inverter kendaraan listrik.

SULAWESI SELATAN — Produsen semikonduktor asal Amerika Serikat, Texas Instruments, menambah portofolio komponen kendaraan listriknya dengan merilis sensor arus baru bernama TMCS2100-Q1. Sensor ini menyasar bagian vital dari penggerak EV, yaitu traction inverter, yang bertugas mengatur aliran listrik dari baterai menuju motor penggerak.

Peran inverter kerap disamakan dengan manajer daya. Komponen ini harus mengetahui secara persis berapa besar arus yang mengalir agar bisa mengirimkan tenaga sesuai permintaan pedal gas. Ketika pengukuran ini tidak akurat, muncul fenomena yang disebut torque ripple — fluktuasi kecil pada tenaga yang bisa membuat akselerasi terasa kurang halus dan motor mengeluarkan suara atau panas berlebih.

Masalah Ukuran dan Getaran pada Sensor Konvensional

Selama ini, pabrikan mobil listrik dihadapkan pada pilihan sulit. Sensor dengan inti magnetik (magnetic core) menawarkan akurasi tinggi, tetapi ukurannya besar dan berat. Sementara itu, sensor tanpa inti (coreless) yang lebih ringkas punya kelemahan lain: pembacaannya mudah terganggu oleh getaran kendaraan saat melaju.

TI mencoba menjembatani dua kelemahan itu. Sensor baru mereka mengukur medan magnet di sekitar aliran listrik secara horizontal dan vertikal dalam waktu bersamaan. Pendekatan ini memungkinkan sensor mengoreksi sendiri penyimpangan posisi yang disebabkan getaran, sehingga data yang dikirim ke pengendali motor tetap stabil.

Akurasi 20 Kali Lipat untuk Sistem 800 Volt

Klaim utama TI untuk TMCS2100-Q1 adalah tingkat akurasi yang 20 kali lebih tinggi dibandingkan sensor coreless satu arah generasi sebelumnya. Kesalahan pengukuran disebut tetap berada di bawah satu persen, bahkan ketika posisi sensor bergeser hingga 0,4 milimeter dari titik ideal.

Angka pergeseran sekecil itu mungkin terdengar sepele. Namun, pada sistem 800 volt yang mulai banyak diadopsi mobil listrik premium, presisi pengukuran menjadi krusial karena daya yang dikirim sangat besar dan perubahan arus terjadi sangat cepat.

Dampak bagi Pengendara dan Desain Kendaraan

Jika diterapkan pada powertrain, sensor ini berpotensi memberi sejumlah manfaat nyata. Akselerasi bisa terasa lebih responsif dan linear tanpa sentakan halus, motor bekerja lebih senyap, dan energi yang semula terbuang menjadi panas dapat ditekan. Efisiensi yang lebih baik pada akhirnya berujung pada tambahan jarak tempuh dari kapasitas baterai yang sama.

Bentuknya yang ringkas juga memberi keuntungan tersendiri bagi perancang kendaraan. Inverter bisa dibuat lebih kecil dan ringan, membuka ruang untuk penempatan komponen lain atau sekadar mengurangi bobot total mobil.

Perlu dicatat, sensor ini bukanlah solusi tunggal yang langsung menambah jarak tempuh dalam angka pasti. Besarnya pengaruh terhadap efisiensi tetap bergantung pada bagaimana pabrikan mengintegrasikannya dengan seluruh sistem penggerak. Namun, efisiensi kendaraan listrik memang dibangun dari akumulasi perbaikan kecil, dan kontrol arus yang lebih presisi adalah salah satu fondasi yang paling mendasar.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top