MAKASSAR — Perayaan kemerdekaan di Kompleks Delta Mas 1, RT 03 RW 06, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, berlangsung berbeda. Di tengah kemeriahan lomba dan pentas seni, jajaran pemerintah kelurahan menyisipkan pesan strategis soal pengelolaan sampah dan potensi bahaya kebakaran yang mengintai di musim kemarau.
Acara yang digelar Senin malam itu dihadiri Lurah Bitowa Fathurahman Datu, Ketua TP PKK Kelurahan Bitowa Fadliah Novrianty, Bhabinkamtibmas Aiptu Arham, serta Babinsa Serma Nasir. Kehadiran aparat keamanan dan pemerintah ini menjadi sinyal bahwa kegiatan warga tersebut juga dijadikan sarana edukasi kebijakan publik.
Dalam sambutannya, Lurah Bitowa Fathurahman Datu tidak hanya memberi apresiasi atas terselenggaranya acara yang tertib. Ia secara spesifik mengingatkan warga untuk mengubah kebiasaan membuang sampah.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mulai memilah sampah organik serta anorganik dari rumah," tegas Fathurahman di hadapan warga.
Fathurahman menambahkan bahwa sampah yang memiliki nilai ekonomi sebaiknya disetorkan ke bank sampah. Langkah ini dinilai sejalan dengan program Pemerintah Kota Makassar dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Isu krusial lain yang mengemuka adalah potensi kebakaran. Bhabinkamtibmas Kelurahan Bitowa, Aiptu Arham, mengingatkan bahwa musim kemarau membuat material mudah terbakar, sehingga aktivitas sederhana pun bisa berujung petaka.
"Kami mengimbau seluruh warga untuk berhati-hati dan menghindari aktivitas pembakaran sampah yang dapat memicu terjadinya kebakaran di pemukiman," kata Aiptu Arham.
Peringatan ini disampaikan menyusul meningkatnya risiko kebakaran yang kerap dipicu oleh pembakaran sampah sembarangan saat cuaca panas dan angin kencang.
Ketua RT 03 RW 06, H. Rustam Dappa, mengapresiasi kerja keras panitia yang didominasi pemuda serta partisipasi aktif seluruh warga. Ia menilai momen ini efektif untuk mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan nasionalisme anak-anak.
"Acara ini kita buat sederhana namun penuh makna. Tujuannya mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan semangat nasionalisme anak-anak, dan menjaga RT kita semakin kompak," ujar H. Rustam Dappa.
Ia berharap semangat kebersamaan ini tidak berhenti setelah perayaan usai, tetapi terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kompleks.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba khas kemerdekaan. Berbagai perlombaan seperti lari kelereng, makan kerupuk, memasukkan paku ke botol, hingga estafet karton berlangsung meriah sepanjang acara.
Suasana kian hangat dengan pertunjukan pentas seni yang melibatkan warga dari berbagai kalangan usia. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh elemen masyarakat dan tamu undangan sebagai simbol kebersamaan.