LUWU TIMUR — Guncangan gempa bumi dirasakan warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Senin (24/8/2026) siang. Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada di darat, sekitar 26 kilometer Barat Laut Luwu Timur dengan kedalaman hanya 6 kilometer.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV, Nasrol Adil, menjelaskan gempa berkekuatan magnitudo 4,3 ini masuk kategori dangkal. Penyebabnya adalah pergerakan Sesar Matano, salah satu patahan aktif yang membentang di wilayah Sulawesi.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (Shakemap) dan laporan masyarakat, getaran terasa cukup kuat di tiga kecamatan. Wilayah Malili, Towuti, dan Tomoni mengalami guncangan dengan skala intensitas III-IV MMI.
Pada skala ini, getaran dirasakan oleh banyak orang saat berada di dalam rumah pada siang hari. Sementara itu, warga di Kecamatan Kalaena merasakan getaran dengan skala III MMI, yang diibaratkan seperti getaran saat ada truk besar melintas di dekat rumah.
Hasil monitoring BMKG hingga pukul 13.03 WIB menunjukkan telah terjadi satu kali gempa bumi susulan atau aftershock. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat rangkaian gempa tersebut.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Matano," kata Nasrol Adil dalam keterangan resminya, Senin (24/8/2026).
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa sebelum kembali masuk ke dalam rumah.