Gadis Gangguan Mental di Luwu Timur Bawa Kabur Bocah 6 Tahun, Warga Sempat Duga Penculikan

Penulis: Pandu Wibisono  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:17:01 WIB
Warga di Dusun Sambote, Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, Luwu Timur, sempat panik setelah seorang gadis berinisial AD (15) membawa kabur bocah laki-laki (6) yang sedang bermain di depan rumah warga, Jumat (21/8).

LUWU TIMUR — Kepanikan warga terjadi setelah seorang gadis berinisial SD (15) membawa kabur bocah laki-laki (6) yang sedang bermain di depan rumah warga. Peristiwa itu terjadi di Dusun Sambote, Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jumat (21/8) sekitar pukul 10.30 Wita.

Kapolsek Wotu, AKP Simon Siltu, menegaskan kejadian tersebut bukanlah penculikan. "Bukan penculikan, (tetapi) korban dibonceng sama wanita keterbelakangan mental," kata Simon kepada detikSulsel, Sabtu (22/8/2026).

Berawal Saat Korban Bermain di Depan Rumah

Kejadian bermula ketika bocah tersebut sedang asyik bermain bersama teman-temannya di depan rumah warga. Tiba-tiba, seorang perempuan berinisial AD datang menggunakan sepeda motor dan mengajak korban untuk ikut serta.

"Kemudian datang seorang perempuan (AD) dengan menggunakan motor kemudian mengajak anak tersebut naik di motor dan dibawa oleh wanita tersebut," ucap Simon.

Orang Tua Panik dan Gelar Pencarian Massal

Selang beberapa waktu, teman main korban yang melihat kejadian itu langsung melapor kepada orang tua korban. Orang tua yang panik langsung mengajak warga dan kerabat untuk mencari anaknya di sekitar Desa Bawalipu dan Desa Lampenai, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

"Orang tua dan warga kemudian mencari wanita yang membawa lari anaknya tersebut di sekitar Desa Bawalipu dan Desa Lampenai namun tidak di temukan," bebernya.

Polisi Amankan Gadis dan Mediasi Kedua Keluarga

Sekitar satu jam kemudian, AD kembali muncul dengan membawa korban. Polisi yang sudah berada di lokasi langsung mengamankan AD ke Mako Polsek Wotu untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan, polisi mendapatkan informasi penting dari ibu AD. "Berdasarkan keterangan dari ibu wanita itu, anaknya tersebut mengalami keterbelakangan mental akibat pelecehan seksual yang pernah dialaminya," jelas Simon.

Pihak kepolisian kemudian memediasi kedua belah pihak. Proses mediasi berjalan lancar dan menghasilkan kesepakatan damai secara kekeluargaan.

"Keluarga orang tua dari anak sepakat untuk tidak memperpanjang masalah tersebut dan kemudian orang tua wanita meminta maaf atas kejadian tersebut," pungkasnya.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top