Pemkot Makassar Distribusikan 23 Tangki Air Bersih ke Lima Kecamatan Terdampak Kekeringan, Ini Daftar Wilayahnya

Penulis: Ujang Rahmat  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:04:32 WIB
BPBD Kota Makassar mendistribusikan air bersih ke 23 titik permukiman di lima kecamatan terdampak kekeringan pada Sabtu (22/8/2026).

MAKASSAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengerahkan mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih ke 23 titik permukiman warga yang mengalami krisis air. Kelima kecamatan yang menjadi sasaran distribusi pada Sabtu (22/8/2026) itu adalah Biringkanaya, Tamalanrea, Ujung Tanah, Tallo, dan Panakkukang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Muhammad Fadli Tahar mengatakan, penyaluran ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi agar pemerintah bergerak cepat membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.

"Penyaluran air bersih ini bentuk kepedulian Pemerintah Kota, sesuai arahan Bapak Wali Kota, kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Hari ini ada 23 titik yang kita distribusikan langsung," ujar Fadli.

Enam Kecamatan Masuk Zona Terdampak Sistemik

Berdasarkan hasil kajian dan asesmen lapangan, BPBD mencatat enam kecamatan yang mengalami kekeringan secara langsung dan sistemik. Wilayah tersebut meliputi Tallo, Ujung Tanah, Panakkukang, Tamalanrea, Biringkanaya, dan Manggala.

Kecamatan Tallo menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus, terutama di Kelurahan Buloa. Meski begitu, Fadli menegaskan bahwa distribusi air bersih tidak hanya terbatas pada enam kecamatan prioritas tersebut.

"Penyaluran air bersih ini kami distribusikan untuk semua kecamatan di seluruh Kota Makassar, kecuali Kecamatan Sangkarrang. Tetapi berdasarkan analisis asesmen BPBD, ada enam kecamatan yang terdampak langsung secara sistemik," sambungnya.

Warga Bisa Lapor 24 Jam via Aplikasi dan Hotline

Pemkot Makassar membuka sejumlah kanal pengaduan bagi warga yang membutuhkan pasokan air bersih. Masyarakat dapat melapor melalui aplikasi Lontara Plus, layanan darurat 112, atau hotline BPBD di nomor 08155112112.

"Setiap hari kita membuka call center untuk masyarakat yang kekurangan air. Bisa melalui aplikasi Lontara Plus, call center darurat 112, atau hotline BPBD 08155112112. Hotline ini dibuka 24 jam," terang Fadli.

Dalam penanganan di lapangan, BPBD tidak bekerja sendiri. Sejumlah instansi turut dilibatkan, antara lain Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta unsur pemerintah di tingkat kecamatan.

Pemkot Siapkan Sumur Dalam sebagai Sumber Air Alternatif

Penanganan kekeringan tidak hanya mengandalkan distribusi air menggunakan mobil tangki. Untuk jangka menengah, Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah mengerjakan sejumlah titik sumur dalam di beberapa kecamatan.

Fadli menjelaskan, keberadaan sumur dalam tersebut diharapkan menjadi sumber air alternatif sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan air dari mobil tangki.

"Untuk jangka pendek kita langsung melakukan penyaluran ke masyarakat. Untuk jangka menengah, Dinas PU telah melakukan pengerjaan titik-titik sumur dalam di beberapa kecamatan, sehingga nantinya masyarakat bisa lebih mandiri," sebut Fadli.

Selain itu, Pemkot Makassar juga memperkuat kapasitas masyarakat melalui program Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana). Program tersebut bertujuan meningkatkan kemandirian warga dalam menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk kekeringan.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: luminasia.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top