SULAWESI SELATAN — Skema penipuan ini berbahaya karena mobil yang ditawarkan benar-benar ada dan calon pembeli bisa bertemu langsung dengan pemiliknya. Namun di balik itu, seorang penipu menyusup sebagai perantara dan mengarahkan seluruh pembayaran ke rekening pribadinya.
Modusnya dimulai ketika penipu mengambil foto dan informasi mobil yang sedang dijual pemilik asli, lalu mengiklankannya kembali dengan harga yang jauh lebih murah. Ketika ada pembeli yang tertarik, penipu mengaku sebagai pemilik atau perwakilan penjual.
Kepada pemilik asli, penipu berpura-pura menjadi calon pembeli yang akan mengirim kerabatnya untuk mengecek kendaraan. Alhasil, calon pembeli bisa datang, melihat mobil, bahkan bertemu pemilik aslinya. Penipu biasanya meminta kedua belah pihak untuk tidak membahas harga dengan berbagai alasan.
Masalah baru terungkap setelah pembeli mentransfer uang ke rekening penipu. Pemilik asli mengaku belum menerima pembayaran, sementara pembeli merasa sudah melunasi mobil tersebut.
Harga yang jauh di bawah pasaran adalah umpan paling umum yang dipakai penipu. Konsumen yang tergiur biasanya mengabaikan proses verifikasi dan buru-buru mentransfer uang.
Beberapa sinyal bahaya yang patut diwaspadai:
CEO PT Autopedia Sukses Lestari Tbk, Jany Candra, menegaskan bahwa kepastian transaksi sama pentingnya dengan mendapatkan kendaraan yang sesuai kebutuhan. Konsumen harus tahu dengan jelas mobil apa yang dibeli, bagaimana kondisinya, siapa pihak yang bertransaksi, dan ke mana pembayaran dilakukan.
Sebelum mentransfer uang, pastikan identitas penjual benar-benar pemilik kendaraan. Periksa STNK dan BPKB, serta cocokkan nomor rangka dan nomor mesin dengan dokumen. Konfirmasikan harga secara langsung kepada orang yang memegang mobil, bukan melalui perantara.
Risiko penipuan segitiga inilah yang coba diminimalkan oleh platform seperti Caroline.id. Di platform ini, konsumen bertransaksi langsung dengan sales Caroline.id, bukan perantara pribadi. Unit yang dijual merupakan milik Caroline.id sendiri dan transfer dilakukan ke rekening resmi perusahaan.
Setiap unit melalui 150 titik inspeksi untuk memastikan kondisi mobil. Caroline.id juga memberikan garansi satu tahun untuk tujuh komponen utama: mesin, transmisi, AC, rem, electrical, sistem penggerak, dan kemudi. Ada pula garansi buyback 100 persen selama lima hari jika unit yang dibeli tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
"Kami ingin konsumen membeli mobil bekas dengan rasa aman dan nyaman, bukan rasa khawatir," kata Jany. Oli dan filter juga telah diganti sehingga kendaraan lebih siap digunakan.