MAKASSAR - Kewajiban sertifikasi halal bagi seluruh pelaku usaha kuliner yang berlaku mulai 2026 membuat wisatawan kini punya acuan lebih jelas saat memilih restoran di Makassar, mulai dari kafe kecil hingga rumah makan besar.
Konro Karebosi, yang berdiri sejak 1968, tetap menjadi salah satu destinasi utama pencinta konro khas Makassar berkat reputasinya yang bertahan puluhan tahun. Sementara Pangsit Mie Sulawesi di kawasan pecinan tercatat sebagai satu-satunya tempat pangsit mi bersertifikat halal di kota ini.
Pallubasa, coto, dan sop saudara menjadi menu andalan lain di rumah makan khas Makassar. Bagi pencinta hidangan laut, kawasan Pantai Losari menyediakan ikan bakar, udang, dan kepiting, ditambah pisang epe sebagai camilan sore yang mudah ditemukan di sepanjang pesisir.
Jalan Boulevard, Jalan Pengayoman, dan Jalan Ratulangi menjadi kawasan dengan konsentrasi rumah makan yang cukup padat, sehingga memudahkan wisatawan mencari beragam pilihan menu dalam satu area.
Wisatawan disarankan memeriksa label sertifikat halal BPJPH di rumah makan, atau bertanya langsung kepada pengelola mengenai bahan dan proses pengolahan, terutama untuk menu yang belum mencantumkan sertifikasi secara terbuka.
Jam makan siang dan malam cenderung lebih ramai di tempat-tempat populer seperti Konro Karebosi, sehingga datang lebih awal atau melakukan reservasi dapat membantu menghindari antrean, terutama bagi rombongan besar.
Apakah pisang epe termasuk kuliner khas yang mudah ditemukan?
Ya, pisang epe banyak dijajakan di kawasan Pantai Losari dan menjadi camilan populer bagi wisatawan yang berkunjung ke Makassar.
Mengapa penting memeriksa sertifikat halal meski nama makanan sudah familiar?
Karena nama makanan yang familiar belum tentu mencerminkan seluruh bahan dan proses pengolahannya, sehingga pengecekan sertifikat tetap diperlukan untuk memastikan kehalalan.