CIMB Niaga Catat 90 Persen Transaksi Lewat Kanal Digital, Kredit Tumbuh 6,6 Persen Jadi Rp 247,2 Triliun

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 22:44:01 WIB
Direktur Utama CIMB Niaga Lani Darmawan memaparkan kinerja perseroan pada semester pertama 2026 di Jakarta, Senin (17/6/2026).

SULAWESI SELATAN — Adopsi layanan digital yang tinggi turut mendongkrak penghimpunan dana murah perseroan. Pada periode yang sama, current account and savings account (CASA) CIMB Niaga naik 6,9 persen menjadi Rp 193,1 triliun.

“Kami bersyukur dapat meraih kinerja yang stabil pada semester pertama 2026, didukung pertumbuhan pada kredit dan pembiayaan serta dana murah (CASA) yang berkelanjutan, serta implementasi strategi yang disiplin,” ujar Lani dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin (17/6/2026).

Kanal Digital Jadi Tulang Punggung Transaksi

Ekosistem digital CIMB Niaga mencakup aplikasi dan website OCTO untuk nasabah ritel, OCTOBIZ untuk korporasi, jaringan ATM, serta OCTO Pay untuk uang elektronik. Lebih dari 90 persen transaksi nasabah kini mengalir melalui kanal-kanal tersebut.

Pusat ekosistem ini adalah OCTO yang dirancang sebagai platform perbankan terintegrasi. Dalam satu aplikasi, nasabah dapat mengakses transfer BI-FAST, pembayaran QRIS domestik hingga lintas negara, pengisian saldo e-wallet, serta pembayaran tagihan listrik, air, pendidikan, telekomunikasi, asuransi, dan layanan pemerintah.

Fitur terbaru yang ditambahkan adalah transaksi QRIS lintas negara di Korea Selatan, memperluas jangkauan layanan bagi nasabah yang bepergian ke luar negeri.

Integrasi Kanal Fisik dan Digital

Seiring meningkatnya adopsi layanan digital, CIMB Niaga mengintegrasikan kanal fisik dan digital melalui konsep Digital Branch dan Digital Hub. Konsep ini memadukan teknologi layanan mandiri dengan layanan personal khas CIMB Niaga.

Melalui konsep ini, nasabah dapat menyelesaikan layanan seperti pembukaan rekening, pencetakan kartu debit, dan pembaruan Customer Information File (CIF) dalam waktu lima menit. Hingga 30 Juni 2026, perseroan mengoperasikan 38 digital branch dan 28 digital hub di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah ini sejalan dengan strategi perseroan untuk menjaga keseimbangan antara efisiensi operasional dan kualitas layanan. Digitalisasi tidak sepenuhnya menghilangkan peran kantor cabang, tetapi mengubah fungsinya menjadi lebih ramping dan berfokus pada layanan bernilai tambah.

Dengan pertumbuhan kredit dan CASA yang berkelanjutan, CIMB Niaga menunjukkan bahwa transformasi digital dapat berjalan seiring dengan perbaikan kinerja keuangan. Adopsi kanal digital yang tinggi juga berpotensi menekan biaya operasional jangka panjang, sebuah faktor yang kerap menjadi perhatian investor perbankan.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top