MAKASSAR — Tujuh organisasi keagamaan di Sulawesi Selatan akan berjalan berdampingan dalam satu kegiatan kebugaran yang dikemas dengan nuansa sosial. Jalan Sehat Anti Mager yang diprakarsai Gubernur Andi Sudirman Sulaiman sejak 2022 ini kembali digelar, kali ini berkolaborasi dengan Forum Kemanusiaan Lintas Agama (FKLA) Sulsel.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulsel, Andi Munawir, menyebut ajang ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat harmoni di tengah keberagaman. "Jalan Sehat Anti Mager ini kami laksanakan bersama FKLA Sulsel. Ini menjadi momentum untuk memperkuat harmoni, kebersamaan, dan kepedulian kemanusiaan lintas agama," ujarnya.
Partisipasi lintas iman menjadi pembeda utama dari gelaran jalan sehat pada umumnya. Panitia memastikan seluruh elemen FKLA terlibat langsung, mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, PGIW Sulselra, Permabudhi Sulsel, Walubi Sulsel, PHDI Sulsel, Matakin Sulsel, hingga Keuskupan Agung Makassar.
"Semua organisasi keagamaan yang tergabung dalam FKLA akan terlibat. Ini membuktikan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk bersama-sama menebar manfaat bagi masyarakat," tambah Andi Munawir.
Alih-alih sekadar berjalan kaki, panitia menyulap acara ini menjadi layanan publik terpadu. Sejumlah fasilitas kesehatan dapat diakses masyarakat secara cuma-cuma, meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan mata, hingga layanan fisioterapi.
Di sisi lain, gelaran ini juga menjadi ajang pemberdayaan ekonomi warga. Sebanyak 30 pelaku UMKM lokal akan diberikan ruang untuk memasarkan produk unggulannya di sekitar lokasi acara.
Panitia menyiapkan beragam doorprize bagi peserta yang beruntung. Hadiah utama yang paling dinantikan adalah satu paket umrah, melengkapi berbagai hadiah hiburan lainnya yang akan diundi setelah kegiatan inti selesai.
Jalan Sehat Anti Mager sendiri merupakan gerakan kebugaran yang diprakarsai Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, sejak 2022. Program ini digagas untuk membudayakan pola hidup sehat dan aktif di tengah masyarakat Sulsel.