SULAWESI SELATAN — Shogo Kasamatsu, desainer di balik Lexus LFA Concept, mengonfirmasi ke Autocar bahwa versi produksi dari mobil listrik ini “hampir selesai.” Target peluncuran ditetapkan pada 2027, menjadikannya penerus spiritual LFA V10 yang legendaris. Namun, pengumuman ini datang di tengah catatan Toyota yang kerap mundur dari janji baterai solid-state.
Toyota sudah bertahun-tahun menggembar-gemborkan baterai solid-state sebagai lompatan besar. Teknologi ini dijanjikan membawa kepadatan energi lebih tinggi, pengisian lebih cepat, dan performa lebih stabil di suhu ekstrem. Namun, target komersialisasi terus bergeser: dari 2021, ke 2022, lalu 2025, dan kini antara 2027–2028.
Belum lagi, Toyota baru saja menunda atau membatalkan beberapa proyek EV signifikan, termasuk Lexus LF-Z. Publik pun punya alasan untuk skeptis: apakah LFA EV benar-benar akan kebagian baterai solid-state tepat waktu? Atau sejarah akan terulang lagi?
Secara dimensi, LFA EV Concept punya panjang 184,6 inci, lebar 80,3 inci, dan tinggi 47 inci dengan jarak sumbu roda 107,3 inci — seukuran Aston Martin DB12 atau Ferrari Roma. Tapi yang paling menarik justru di dalam kabin: Lexus ingin mobil ini terasa seperti LFA asli.
Kasamatsu bilang desainnya merupakan penghormatan untuk LFA bensin. Untuk mengkompensasi hilangnya suara V10, Lexus akan menghadirkan simulasi suara dan getaran buatan. Setir model yoke, paddle shifter, dan kokpit digital imersif melengkapi interiornya.
LFA EV dikembangkan bersama Toyota GR GT dan GR GT3. Keduanya berbagi sebagian besar struktur sasis. Bedanya, GR GT masih setia pada mesin V8 twin-turbo 4.000 cc yang menggeram keras — terbukti saat tampil di Goodwood FOS 2026. Sementara LFA EV, seperti namanya, sepenuhnya elektrik.
Di saat Toyota masih sibuk meyakinkan pasar bahwa “baterai itu menarik,” kompetitor sudah melesat. BYD misalnya, memboyong Denza Z ke Goodwood FOS — sebuah supercar pintar dengan tiga motor, tenaga 1.582 hp, dan akselerasi 0-100 km/jam dalam 1,96 detik. Bandingkan dengan LFA asli yang 562 hp dan butuh 3,7 detik untuk mencapai 100 km/jam.
LFA EV memang belum mengumbar angka performa. Tapi jika hanya mengandalkan nama legendaris tanpa gebrakan teknis yang setara, Lexus bisa ketinggalan di segmen yang paling bergengsi sekaligus paling kejam ini. Produksi 2027 masih lama — cukup waktu untuk berbenah, atau justru tersalip lagi.