MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mulai mendistribusikan bantuan bibit dan alat mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian RI untuk 24 kabupaten/kota di provinsi tersebut. Bantuan tahap pertama yang disalurkan mencapai lebih dari Rp323 miliar dari total alokasi senilai lebih dari Rp1 triliun. Langkah ini diambil untuk menjaga momentum produksi padi Sulsel yang tahun ini mencapai 5,47 juta ton gabah kering giling (GKG).
Andi Sudirman menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian atas alokasi bantuan yang masuk dalam program prioritas nasional tersebut. “Bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Sulawesi Selatan,” ujarnya di Makassar, Selasa.
Pemerintah provinsi memastikan seluruh bantuan akan didistribusikan secara merata ke 24 kabupaten/kota. Tahap pertama yang cair saat ini sudah mencakup pengadaan bibit unggul dan alsintan untuk musim tanam mendatang.
Data terbaru menunjukkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 23,01 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel pada 2025. Angka ini menjadikan pertanian sebagai sektor terbesar kedua setelah perdagangan.
Produksi padi tahun ini yang mencapai 5,47 juta ton GKG juga memperkuat posisi Sulsel sebagai salah satu penyangga utama stok beras nasional. Gubernur mengingatkan agar bantuan yang diterima petani benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi.
Andi Sudirman secara khusus meminta para penerima bantuan tidak menjual atau mengalihkan bibit yang diterima. “Saya mengajak seluruh penerima bantuan untuk memanfaatkan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Bibit yang dibagikan harus benar-benar ditanam, dijaga dan dirawat agar memberikan hasil yang maksimal bagi petani dan masyarakat,” katanya.
Pemerintah provinsi akan melakukan pengawasan distribusi hingga ke tingkat kelompok tani. Jika ditemukan penyimpangan, sanksi tegas akan diberikan sesuai aturan yang berlaku.
Bantuan dari Kementan tersebut terdiri dari bibit padi unggul, pupuk bersubsidi, serta alat mesin pertanian seperti traktor roda dua dan pompa air. Setiap kabupaten/kota mendapatkan alokasi berbeda berdasarkan luas lahan dan jumlah kelompok tani yang terdaftar.
Distribusi akan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun 2025. Pemerintah daerah juga menyiapkan pendamping teknis agar petani bisa mengoperasikan alsintan dengan benar.