3 Hal yang Perlu Diketahui Kader PKK Makassar soal Pencegahan HIV dan TB dari Dinkes dan Unhas

Penulis: Ujang Rahmat  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 22:26:01 WIB
Kader PKK Makassar menerima edukasi pencegahan HIV dan TB dari Dinkes dan Unhas.

MAKASSAR — Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar tidak hanya sekadar mengumpulkan kader untuk mendengarkan ceramah. Dalam kegiatan edukasi pencegahan penyakit menular yang berlangsung di Auditorium Gedung PKK, para peserta dibekali materi teknis dari dua narasumber ahli: dokter spesialis dari Universitas Hasanuddin dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar.

Ketua Pokja IV TP PKK Kota Makassar, Indira Purnamasari, membuka acara dengan menekankan bahwa kader bukan sekadar peserta pasif. “Kami ingin para kader tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu menyebarkan pemahaman yang benar agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penularan penyakit,” ujarnya.

Membedah Mitos dan Fakta HIV: Stigma Masih Jadi Musuh Utama

Sudirman Katu dari Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin menjadi pembicara pertama. Ia memaparkan materi mulai dari pengertian HIV, faktor risiko, hingga cara penularan yang kerap disalahpahami masyarakat.

Poin krusial yang ditekankan Sudirman adalah soal stigma. Ia menjelaskan bahwa HIV tidak menular melalui interaksi sosial biasa seperti bersalaman, makan bersama, atau tinggal serumah. “Pemahaman yang benar tentang HIV sangat penting agar masyarakat dapat melakukan pencegahan secara tepat dan tidak memberikan perlakuan diskriminatif kepada orang dengan HIV/AIDS,” kata Sudirman di hadapan puluhan kader dari berbagai kecamatan.

100 Layanan Tes Tersebar, Pemkot Dorong Deteksi Dini Tanpa Ragu

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar yang hadir sebagai narasumber kedua menyampaikan data infrastruktur layanan HIV yang sudah cukup masif. Ia menyebutkan bahwa saat ini Kota Makassar memiliki 100 layanan tes HIV yang tersebar di rumah sakit, puskesmas, hingga klinik. Angka itu didukung oleh 53 layanan pengobatan HIV yang siap melayani pasien.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan tersebut sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pengobatan yang berkelanjutan,” ujarnya dalam pemaparan yang juga menyoroti situasi penyakit Tuberkulosis (TB) di kota ini.

Kepala Dinkes juga menekankan bahwa fasilitas kesehatan sudah diperkuat untuk mempermudah akses. Dengan jumlah layanan yang mencapai angka tiga digit, warga Makassar seharusnya tidak lagi kesulitan mencari tempat tes atau pengobatan HIV.

Kader Jadi Perpanjangan Tangan Pemerintah di Tingkat RW

Pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja Pokja IV TP PKK Kota Makassar yang berfokus pada kesehatan. Indira Purnamasari menegaskan bahwa kader PKK memiliki peran penting sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan warga. “Melalui kegiatan ini, kami berharap para kader PKK dapat memahami lebih dalam mengenai penyakit menular, cara pencegahan, serta penanganannya, sehingga dapat menjadi perpanjangan tangan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” tambahnya.

Dengan adanya edukasi ini, para kader diharapkan mampu mengubah pola pikir warga yang masih tabu membicarakan HIV dan TB. Materi yang diberikan tidak hanya bersifat medis, tetapi juga menyentuh aspek sosial agar tidak ada lagi diskriminasi terhadap penderita di lingkungan tempat tinggal.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: suaracelebes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top