SULAWESI SELATAN — Bertanding di set kelima, Indonesia sempat tertinggal 0-2 akibat miskomunikasi. Namun, perlahan tim asuhan pelatih karteker Reidel Toiran bangkit dan menyamakan kedudukan 7-7. Poin kritis datang dari spike keras Thailand yang keluar, membuat Indonesia unggul 10-9.
Farhan Halim memperlebar jarak lewat service ace yang tak mampu dikembalikan lawan, skor berubah 12-9. Meski Thailand sempat memangkas angka menjadi 12-11, Hendra Kurniawan dengan bola potong dan Boy Arnez Arabi melalui spike keras memastikan kemenangan 15-12. Indonesia menang 3-2 (19-25, 25-19, 25-22, 23-25, 15-12).
Kemenangan ini membawa Indonesia mengoleksi 5 poin dari tiga laga (dua menang, satu kalah). Tambahan dua poin membuat posisi Indonesia melompat ke peringkat kedua, menggeser Qatar yang memiliki poin sama namun kalah dalam rasio set.
Pada set pertama, Indonesia kesulitan menghadapi tekanan Thailand. Trisula maut Farhan Halim, Boy Arnez Arabi, dan Fauzan Nibras kerap menemui jalan buntu, membuat Indonesia kalah 19-25. Tertinggal 0-1, pelatih karteker Reidel Toiran meminta anak asuhnya bermain lebih lepas.
Instruksi itu terbukti manjur. Di set kedua, serangan Boy Arnez, Farhan, dan Nibras menjadi dahsyat, memenangkan set 25-19. Momentum berlanjut ke set ketiga, Indonesia mendikte permainan dan menang 25-22.
Unggul 2-1, Indonesia seperti di atas angin di set keempat. Hendra Kurniawan dan kolega langsung menekan sejak awal, namun kelengahan dimanfaatkan Thailand untuk memenangkan set 25-23 dan memaksakan set kelima.
Indonesia masih menyisakan satu laga terakhir melawan Oman. Kemenangan akan memastikan tiket semifinal tanpa tergantung hasil tim lain.