MAKASSAR — Rapat yang digelar bersama Dinas Pendidikan Kota Makassar ini mengusung tema “Menguatkan Peran Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan Menuju Apresiasi Bunda PAUD Kota Makassar 2026 yang Berdampak”. Acara tersebut dihadiri oleh pengurus Pokja Bunda PAUD Kota Makassar serta perwakilan dari seluruh kecamatan dan kelurahan.
Melinda Aksa menegaskan bahwa posisi Bunda PAUD merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Namun, ia mengingatkan agar peran tersebut diwujudkan dalam aksi konkret yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Peran Bunda PAUD tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan harus diwujudkan melalui aksi nyata," ujar Melinda dalam sambutannya, Jumat (19/6/2026).
Menurut Melinda, aksi nyata yang dimaksud adalah upaya menghadirkan layanan PAUD yang inklusif, holistik, integratif, dan berkualitas di setiap wilayah. Ia mendorong para pengurus Pokja untuk menjadi motor penggerak di lapangan, bukan sekadar menjalankan agenda tahunan.
Rapat Pokja ini menjadi ajang koordinasi awal untuk mematangkan program kerja hingga puncaknya pada ajang Apresiasi Bunda PAUD Kota Makassar 2026. Melinda berharap apresiasi tersebut tidak hanya menjadi seremoni, melainkan menjadi tolok ukur dampak nyata dari kerja para Bunda PAUD di lapangan.
Dengan cakupan wilayah yang luas, tantangan pemerataan akses PAUD di Makassar masih menjadi pekerjaan rumah. Melinda meminta jajaran Bunda PAUD untuk aktif menjangkau anak-anak yang belum terlayani, terutama di daerah pinggiran kota.
Ke depan, Dinas Pendidikan Kota Makassar dan Pokja Bunda PAUD diharapkan bisa merumuskan langkah konkret, termasuk pendataan anak usia dini yang belum mengakses PAUD serta penguatan kapasitas tenaga pendidik di tingkat kelurahan.