TANA TORAJA — Rencana pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan yang sedianya digelar di Makassar kembali molor. Penundaan yang sudah terjadi sebanyak empat kali ini membuat kader di daerah, khususnya di Tana Toraja, angkat bicara.
Toto, kader Partai Golkar DPD II Kabupaten Tana Toraja, menyampaikan kekecewaannya secara terbuka. Ia menilai penundaan yang berulang bukan sekadar masalah teknis, melainkan telah menimbulkan tafsir miring di kalangan akar rumput.
“Akar rumput atau kami kader di DPD II menginginkan Musda Golkar segera diselenggarakan. Pak Bahlil jangan tunda-tunda lagi Musda,” kata Toto di Kantor Sekretariat DPD II Partai Golkar Kabupaten Tana Toraja, Senin, 15 Juni 2026.
Kekhawatiran terbesar kader, menurut Toto, adalah adanya agenda tersembunyi dari pengurus pusat. Ia menyebut penundaan ini memunculkan spekulasi bahwa Ketua Umum Bahlil Lahadalia sedang menyusun skenario politik tertentu di Sulawesi Selatan.
“Pertama, dengan penundaan Musda Golkar di Sulsel muncul berbagai spekulasi. Ada kader yang menilai Pak Bahlil sedang membangun skenario untuk membesarkan Partai PSI di Sulsel,” ujarnya.
Spekulasi ini dinilai berbahaya karena bisa mengganggu konsolidasi partai di tingkat kabupaten/kota. Kader di Tana Toraja berharap DPP segera mengambil sikap tegas agar tidak ada lagi spekulasi yang justru melemahkan partai berlambang pohon beringin itu.
Penundaan Musda yang tak kunjung jelas ini dinilai menghambat proses kaderisasi dan penyusunan strategi partai di daerah. Padahal, tahun politik 2029 sudah di depan mata dan partai butuh kepemimpinan definitif di tingkat provinsi untuk memetakan calon legislatif maupun kepala daerah.
Hingga berita ini diturunkan, DPP Partai Golkar belum memberikan keterangan resmi terkait kepastian jadwal pelaksanaan Musda Sulsel. Para kader di daerah berharap keputusan segera diambil sebelum konsolidasi partai di Sulawesi Selatan semakin terhambat.