Mahasiswa Unhas Diajak LPS Bijak Kelola Keuangan di Era Digital, 60 Persen Pinjol Didominasi Anak Muda

Penulis: Tedy Rustandi  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:13:31 WIB
Farid dari LPS mengajak mahasiswa Unhas bijak mengelola keuangan di era digital.

MAKASSAR — Farid mengungkapkan bahwa rendahnya literasi keuangan berdampak langsung pada perilaku finansial generasi muda. Fenomena sosial seperti FOMO (fear of missing out), YOLO (you only live once), dan FOPO (fear of other people's opinion) kerap mendorong keputusan finansial yang tidak rasional.

Dorongan Tren dan Gengsi Picu Pinjaman Instan

"Dorongan mengikuti tren, menjaga gengsi, maupun gaya hidup tertentu sering membuat seseorang mengabaikan kemampuan finansialnya. Akibatnya, berbagai instrumen pembiayaan konsumtif jadi pilihan instan untuk memenuhi keinginan jangka pendek tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang," ujar Farid dalam keterangannya di Makassar.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan pada jumlah uang yang dimiliki, melainkan kemampuan seseorang mengelola keinginannya. Diskon, fasilitas paylater, dan berbagai bentuk cicilan yang tersedia saat ini menuntut pengendalian diri yang kuat.

Prinsip 'Menyisihkan, Bukan Menyisakan'

Sebagai langkah awal, Farid mendorong mahasiswa untuk membiasakan menabung secara rutin di bank. Ia menekankan pentingnya menerapkan prinsip "menyisihkan, bukan menyisakan" dalam mengelola pendapatan.

"Sebagian pendapatan perlu dialokasikan terlebih dahulu untuk tabungan atau kebutuhan jangka panjang sebelum digunakan untuk berbagai pengeluaran lainnya," jelas pejabat LPS itu di hadapan mahasiswa Unhas.

Kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan menjadi pondasi penting dalam membangun ketahanan finansial, tambahnya.

Literasi Perbankan dan Peran LPS

Farid juga menyoroti bahwa sektor keuangan nasional masih didominasi perbankan, namun pemahaman masyarakat mengenai sistem perbankan dan mekanisme perlindungan simpanan masih rendah. LPS terus berupaya meningkatkan edukasi publik mengenai pentingnya sistem perbankan yang sehat serta peran lembaga tersebut dalam menjamin simpanan nasabah.

Ia berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mendorong peningkatan literasi keuangan di masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, generasi muda diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan yang lebih bijaksana dan terhindar dari jebakan finansial yang dapat menghambat masa depan mereka.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top