SULAWESI SELATAN — BMKG mencatat gempa terjadi pukul 16:48:27 WIB. Pusatnya berada di laut, tepatnya 17 kilometer utara Nabire. Kedalaman gempa mencapai 20 kilometer, dengan titik koordinat di 3.22 Lintang Selatan dan 135.47 Bujur Timur.
Guncangan terasa pada skala MMI II hingga III di wilayah Nabire. Pada skala II, getaran tidak dirasakan sebagian besar warga, hanya terekam oleh alat seismograf. Skala III menandakan getaran nyata di dalam rumah, seakan ada truk melintas.
Skala MMI II berarti getaran hanya dirasakan oleh beberapa orang, terutama yang sedang beristirahat di lantai atas. BMKG menegaskan, pada level ini, gempa tidak menimbulkan dampak signifikan.
Dalam sepekan terakhir, aktivitas kegempaan signifikan di Indonesia mencapai 38 kali. Berbagai variasi magnitudo dan kedalaman tercatat, menunjukkan tingginya dinamika lempeng tektonik di wilayah Indonesia. Gempa M 3,6 di Nabire menjadi salah satu rangkaian aktivitas seismik yang terus dipantau BMKG.
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa.
BMKG mengimbau warga Nabire untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang berkekuatan lebih kecil.