MAKASSAR — Bencana bisa datang kapan saja, dan perempuan kerap menjadi pihak pertama yang berhadapan dengan situasi darurat di dalam rumah. Kesadaran itulah yang mendorong DWP BPBD Kota Makassar berkolaborasi dengan PMI menggelar pelatihan peningkatan kapasitas di bidang kesehatan dan kemanusiaan.
Ketua DWP BPBD Kota Makassar, Ny. Selvy Fadli, menegaskan bahwa literasi kebencanaan harus dikuasai secara matang oleh kaum ibu. Pasalnya, merekalah yang berinteraksi langsung dengan anggota keluarga saat krisis terjadi.
"Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun ketangguhan keluarga. Melalui pelatihan bersama PMI ini, kami ingin membekali anggota DWP dengan pengetahuan nyata yang dapat diterapkan sehari-hari," ujar Ny. Selvy Fadli.
Selama sesi pembekalan, para peserta tidak hanya mendengarkan teori. Mereka dilatih teknik pertolongan pertama pada kecelakaan (first aid), manajemen penanganan kondisi kedaruratan medis, hingga cara menumbuhkan budaya siaga di lingkungan tempat tinggal.
PMI menilai keterlibatan aktif organisasi istri ASN ini akan mempercepat perluasan jangkauan edukasi kemanusiaan. Terutama di tengah masyarakat urban Makassar yang padat dan rentan terhadap berbagai potensi bencana.
Ny. Selvy Fadli berharap sinergi ini tidak berhenti pada agenda tunggal. Ke depan, kerja sama antara DWP BPBD Makassar dan PMI direncanakan berlanjut ke program edukasi hulu, pelatihan berkala, hingga aksi sosial kemanusiaan yang menyentuh publik secara langsung.
"Kami ingin anggota DWP menjadi pelopor keselamatan, baik untuk keluarga maupun masyarakat luas," tambahnya.
Lewat kolaborasi ini, DWP BPBD Kota Makassar dan PMI menegaskan komitmen bersama untuk mewujudkan masyarakat yang lebih peduli, siap, dan tangguh menghadapi kondisi darurat. (*)