Lansia 72 Tahun Terseret Arus Sungai di Bone Ditemukan Meninggal 2 Km dari Lokasi Hilang, Sempat Hendak Pulang dari Sawah

Penulis: Pandu Wibisono  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:52:01 WIB
Tim SAR gabungan menemukan jasad Saide (72) terseret arus sungai di Bone setelah pencarian 1 hari.

BONE — Saide (72) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus sungai di Dusun Kaccope, Desa Bulu Tanah, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Pencarian yang berlangsung sejak Jumat (5/6) akhirnya membuahkan hasil pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.00 Wita.

"Korban atas nama Saide telah ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia," ujar Komandan Pos (Danpos) Basarnas Bone, Masrur, kepada detikSulsel, Sabtu (6/6).

Kronologi: Air dari Pegunungan Meluap Saat Korban Menyeberang

Peristiwa nahas itu bermula pada Jumat pagi ketika Saide hendak pulang ke rumahnya setelah bekerja di sawah. Ia nekat menyeberangi sungai di Dusun Kaccope, Desa Ujung Tanah—masih satu kecamatan dengan lokasi penemuan.

"Saat berada di sungai, air yang berasal dari kawasan pegunungan tiba-tiba meluap dan diduga menyeret korban," kata Masrur kepada detikSulsel, Jumat (5/6).

Proses Evakuasi dan Penemuan Jasad

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, SAR Brimob, BPBD, dan SAR Satpol PP langsung dikerahkan untuk mencari Saide. Pencarian difokuskan di sepanjang aliran sungai hingga akhirnya korban ditemukan tersangkut ranting-ranting pohon.

"Korban ditemukan sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian," beber Masrur. Setelah dievakuasi, jenazah langsung diserahkan ke pihak keluarga di rumah duka.

Imbauan untuk Warga di Bantaran Sungai

Masrur mengimbau masyarakat Bone, khususnya yang bermukim di bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap meluapnya debit air akibat curah hujan yang tinggi. Ia meminta warga tidak memaksakan diri menyeberangi sungai yang meluap.

"Jangan pernah memaksakan diri menyeberangi sungai yang meluap, serta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila kondisi air terus naik. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama," imbuhnya.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top