SULAWESI SELATAN — Bermain di Stadion Utama Sumatra Utara, Indonesia langsung mendominasi penguasaan bola sejak menit awal. Anak asuh Nova Arianto menunjukkan kualitas teknik yang lebih baik, namun pertahanan solid Timor Leste racikan Emral Abus membuat mereka frustrasi selama 40 menit pertama.
Dimas Adi Prasetyo, yang sebelumnya mencetak brace ke gawang Myanmar, kesulitan menembus lini belakang Timor. Strategi pelatih asal Padang itu terbukti jitu memaksa pemain Garuda Muda memutar otak. Meski serangan bergelombang dibangun Putu Panji dkk, peluang matang tak kunjung tercipta hingga setengah jam laga berjalan.
Tim tuan rumah yang mengenakan kostum tandang putih-putih itu beberapa kali hampir kehilangan kesabaran. Umpan-umpan terobosan kerap dipotong bek Timor yang disiplin menjaga posisi.
Saat pertandingan sepertinya akan berakhir imbang tanpa gol, momen dramatis terjadi di menit ke-43. Reno Salampessy, pengguna nomor punggung tujuh, menerima umpan terobosan dan sukses lepas dari jebakan offside tipis. Dengan tenang, ia menggiring bola melewati bek Timor sebelum melepaskan tembakan yang merobek gawang lawan.
Wasit memberikan tambahan waktu tujuh menit di babak pertama karena lapangan diguyur hujan. Hingga turun minum, skor 1-0 untuk Indonesia bertahan.
Keunggulan satu gol ini sementara membawa Indonesia U-19 memuncaki klasemen grup. Tim asuhan Nova Arianto butuh kemenangan penuh untuk mengamankan posisi di babak semifinal. Babak kedua diprediksi akan berjalan lebih sengit, dengan Timor Leste dipaksa keluar menyerang untuk mengejar ketertinggalan.