SULAWESI SELATAN — Pertandingan di Court Philippe-Chatrier berjalan dramatis. Fonseca yang tertinggal dua set langsung, bangkit dan memaksa juara 24 Grand Slam itu bermain hingga set kelima. Saat Djokovic unggul 3-1 di set penentuan, Fonseca justru menunjukkan mental baja dengan merebut enam dari delapan game berikutnya.
Momen paling mencengangkan terjadi di game ke-12 set kelima. Tertinggal 15-30, Fonseca menyelamatkan break point lewat ace melebar, lalu menghujani dua ace berikutnya ke tengah lapangan untuk menutup pertandingan. "Saya merasa seperti John Isner. Saya belum pernah melakukan itu sebelumnya," ujar Fonseca usai laga.
Kekalahan ini memastikan tidak ada lagi Djokovic di babak kedua pekan Roland Garros untuk pertama kalinya sejak 2009. Ditambah dengan mundurnya Jannik Sinner di babak kedua dan absennya Carlos Alcaraz sebagai juara bertahan, turnamen ini dipastikan akan melahirkan juara Grand Slam baru.
Fonseca menjadi petenis keenam yang mengalahkan Djokovic di level ATP Tour sebelum genap berusia 20 tahun. Ia juga petenis pertama sejak Philipp Kohlschreiber pada 2009 yang mengeliminasi Djokovic sebelum perempat final di Paris.
Sepanjang laga, pukulan forehand Fonseca menjadi senjata utama. Pada set ketiga dan keempat, kecepatan pukulannya mencapai 40 mph lebih cepat dibanding rata-rata groundstroke Djokovic. Mantan semifinalis Grand Slam, Johanna Konta, menyebut pukulan itu "membuat merinding". Sementara Annabel Croft dari BBC Radio 5 Live menambahkan, "Saya belum pernah melihat forehand dipukul sekencang itu secara konsisten ke sudut lapangan."
Fonseca juga cerdas memvariasikan permainan. Di game-game kritis, ia tak segan melempar drop shot—tiga kali di game ke-11 set kelima—untuk mengecoh Djokovic yang sudah terbiasa dengan tempo keras bola Fonseca.
Kemenangan ini menjadi penegas setelah setahun terakhir Fonseca kerap diragukan. Juara Next Gen Finals 2024 dan peraih gelar ATP perdananya di Buenos Aires pada Februari 2025 sempat dianggap belum konsisten. "Joao Fonseca kini resmi mengumumkan dirinya. Dia bisa bangga telah memenuhi ekspektasi," kata Annabel Croft.
Fonseca, yang menyempatkan diri mengucapkan selamat ulang tahun kepada ibunya di tengah tepuk tangan penonton, mengaku tak percaya dengan pencapaiannya. "Aku benar-benar tidak percaya bisa memenangkan pertandingan ini. Aku hanya bermain dan menikmati lapangan," ungkap petenis peringkat 30 dunia itu.