WATAMPONE — Pemerintah Kabupaten Bone mulai merapatkan barisan dengan perbankan daerah untuk memperluas akses kredit bagi pelaku usaha kecil. Wakil Bupati Bone, H. A. Fajaruddin, hadir langsung dalam sosialisasi program Kredit Kemitraan dan Kemitraan (KKK) yang digelar Bank Sulselbar di Watampone, pekan lalu.
Bone merupakan salah satu kabupaten dengan jumlah UMKM terbesar di Sulawesi Selatan. Namun, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat literasi keuangan di wilayah timur Sulsel masih di bawah rata-rata provinsi. Program KKK dari Bank Sulselbar hadir sebagai jembatan antara pelaku usaha lokal dengan sumber permodalan formal, sekaligus mendorong transisi dari sistem keuangan informal ke digital.
Kehadiran Wabup Bone dalam sosialisasi ini bukan sekadar seremonial. Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menyediakan data calon debitur yang kredibel dan memfasilitasi pendampingan usaha. Tanpa dukungan pemda, program kredit perbankan kerap gagal menjangkau pelaku usaha di tingkat desa karena masalah agunan dan administrasi.
“Kami ingin pelaku UMKM di Bone tidak lagi bergantung pada rentenir. Program ini harus sampai ke kecamatan, bukan berhenti di kota,” ujar Wabup Bone dalam sambutannya di acara tersebut.
Sosialisasi ini juga menekankan pentingnya pencatatan keuangan digital bagi pelaku UMKM. Selama ini, banyak pedagang di pasar tradisional Bone yang masih menggunakan sistem catatan manual atau bahkan hanya mengandalkan ingatan. Padahal, digitalisasi keuangan menjadi syarat mutlak untuk mengakses kredit perbankan dan mengikuti perkembangan pasar yang makin terintegrasi secara daring.
Bank Sulselbar menargetkan penyaluran KKK di Bone mencapai Rp 50 miliar pada tahun ini. Dana tersebut dialokasikan untuk sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi warga.
Program Kredit Kemitraan dan Kemitraan (KKK) dirancang dengan skema bunga ringan dan tanpa agunan tambahan untuk plafon tertentu. Berbeda dengan KUR yang sudah umum, KKK lebih fleksibel dalam hal penggunaan dana dan tenor pengembalian. Skema ini dinilai lebih cocok untuk petani dan nelayan yang memiliki siklus panen tidak menentu.
Apakah KKK hanya untuk warga Bone?
Tidak. Program ini berlaku untuk seluruh wilayah kerja Bank Sulselbar di Sulawesi Selatan dan Barat. Namun, sosialisasi di Bone menjadi prioritas karena potensi UMKM yang besar.
Bagaimana cara mendaftar KKK?
Pelaku usaha bisa mengajukan permohonan melalui kantor cabang Bank Sulselbar terdekat atau melalui Dinas Koperasi dan UKM setempat. Proses verifikasi biasanya memakan waktu 7-14 hari kerja.