Basarnas Cari Istri Nelayan Terseret Arus Sungai Buakkang Gowa, Suami Ditemukan Tewas

Penulis: Pandu Wibisono  •  Senin, 11 Mei 2026 | 14:01:01 WIB
Tim SAR gabungan melakukan pencarian istri nelayan yang terseret arus Sungai Buakkang, Gowa.

Tim SAR gabungan masih menyisir aliran Sungai Buakkang di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, untuk mencari Lami Daeng Ngngi (57) yang terseret arus bersama suaminya, Sabtu (9/5) lalu. Jasad sang suami, Kamaruddin (58), ditemukan warga dalam kondisi terlilit jala ikan di aliran sungai yang sama.

Suami Ditemukan Tewas Terlilit Jala

Warga setempat yang melakukan pencarian awal menemukan jasad Kamaruddin di aliran sungai dalam kondisi meninggal dunia. "Diduga kuat ia terseret arus deras saat sedang menebar jala," kata Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Arif Anwar, Senin.

Korban pertama ditemukan dalam keadaan terlilit jala ikan miliknya sendiri. Tim Basarnas yang tiba setelah laporan warga langsung memfokuskan pencarian pada korban kedua yang belum ditemukan.

Penyisiran dan Penyelaman di Titik Dalam

Basarnas Makassar menerjunkan tim rescue untuk mempercepat proses pencarian Lami. "Fokus kami menyisir aliran Sungai Buakkang. Selain penyisiran di permukaan, kami juga menginstruksikan tim untuk melakukan penyelaman di lokasi yang dicurigai atau titik-titik dalam di mana korban kemungkinan tersangkut," jelas Arif.

Operasi SAR melibatkan personel gabungan dari Basarnas, Kepolisian, dan relawan setempat. Pencarian terus berlangsung sejak pagi hingga sore hari.

Cuaca Ekstrem di Hulu Jadi Pemicu

Perubahan cuaca yang cepat disebut sebagai penyebab utama kejadian ini. Awalnya kondisi di lokasi menjala ikan masih mendung, namun hujan deras di hulu sungai membuat volume air melonjak drastis. Arus kuat secara mendadak menerjang kedua korban yang sedang berada di tengah sungai.

Basarnas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di area sungai, terutama ketika intensitas hujan di wilayah hulu sedang tinggi. Imbauan ini disampaikan untuk menghindari terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top