Rumah Hijau Denassa: Benteng Flora Endemik dan Budaya di Gowa

Penulis: Pandu Wibisono  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 17:11:01 WIB
Rumah Hijau Denassa di Gowa berperan sebagai pusat konservasi flora endemik Sulawesi Selatan.

Rumah Hijau Denassa di Kabupaten Gowa kini bertransformasi menjadi pusat edukasi lingkungan sekaligus penjaga napas budaya Sulawesi Selatan. Kawasan ini secara konsisten mengintegrasikan konservasi ratusan jenis tanaman endemik dengan penguatan literasi kearifan lokal. Upaya tersebut bertujuan memastikan generasi muda tetap mengenali identitas dan kekayaan alam tanah kelahirannya.

GOWA — Terletak di Kelurahan Bontonompo, Rumah Hijau Denassa (RHD) kini tumbuh sebagai laboratorium hidup bagi keanekaragaman hayati Sulawesi Selatan. Kawasan rintisan penerima Kalpataru, Darman Denassa, ini melampaui fungsi taman hijau biasa. RHD menjadi titik temu krusial antara ekologi dan tradisi masyarakat Makassar.

Oase Konservasi di Tengah Ancaman Kepunahan

RHD mengoleksi ratusan spesies tanaman, termasuk berbagai flora endemik Sulawesi yang mulai menghilang dari habitat aslinya. Langkah ini menjadi krusial di tengah masifnya deforestasi dan alih fungsi lahan dalam satu dekade terakhir. RHD bekerja layaknya bank genetik hidup bagi ekosistem lokal.

Kawasan ini memprioritaskan penanaman kembali pohon-pohon yang memiliki nilai filosofis dalam budaya lokal. Beberapa koleksi utamanya mencakup:

  • Pohon langka yang tercatat dalam literatur kuno Lontara.
  • Tanaman buah lokal yang mulai hilang dari pasar tradisional.
  • Tanaman obat yang menjadi fondasi pengobatan tradisional masyarakat setempat.

Menjaga Alam, Merawat Identitas

Pendekatan RHD menegaskan bahwa menjaga alam tidak bisa terlepas dari upaya merawat identitas budaya. Banyak filosofi hidup dan nama daerah di Sulawesi Selatan berakar dari nama pohon atau fenomena alam. Kepunahan vegetasi tersebut berarti hilangnya sebagian memori kolektif dan sejarah masyarakat.

Pengunjung tidak hanya belajar menanam, tetapi juga mendalami makna sosial di balik setiap spesies. Edukasi ini menyasar pelajar dari tingkat taman kanak-kanak hingga mahasiswa perguruan tinggi. Tujuannya jelas: menumbuhkan rasa kepemilikan yang kuat terhadap lingkungan sejak dini.

Literasi dan Dampak Sosial Bagi Gowa

RHD turut menginisiasi rumah baca guna mendongkrak indeks literasi warga sekitar. Kehadiran perpustakaan di tengah area konservasi memungkinkan anak-anak Bontonompo mengakses buku berkualitas sambil berinteraksi dengan alam. Aktivitas ini menciptakan ekosistem belajar yang unik dan organik.

Keberadaan RHD juga menggerakkan ekonomi lokal melalui kunjungan peneliti dan wisatawan minat khusus. Model pelestarian mandiri ini membuktikan inisiatif warga mampu memberi dampak luas melampaui batas administratif. Kini, RHD menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.

FAQ: Hal yang Sering Ditanyakan Mengenai Rumah Hijau Denassa

Apa tujuan utama pendirian Rumah Hijau Denassa?
RHD bertujuan menyelamatkan tanaman endemik langka sekaligus menjadi pusat literasi budaya dan lingkungan agar masyarakat tidak kehilangan identitas lokalnya.

Di mana lokasi tepatnya Rumah Hijau Denassa?
Kawasan ini berada di Kelurahan Bontonompo, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa. Lokasinya dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari Kota Makassar.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top