SULAWESI SELATAN — Arema FC mencetak 10 gol dari empat laga Super League 2026/2027, tetapi pelatih Marcos Santos menilai ketajaman lini depan belum sepenuhnya selaras dengan pola permainan tim. Pelatih asal Brasil itu menyoroti koneksi antara lini tengah dan penyerang nomor 9 yang masih belum matang.
Produktivitas Arema FC di awal musim terbilang menjanjikan. Dari empat pertandingan, tim mencatatkan 10 gol, tujuh assist, serta 18 tembakan tepat sasaran dari total 34 percobaan.
Namun, Marcos Santos menilai angka-angka itu belum menggambarkan keselarasan permainan antarpemain secara utuh. Persoalan utamanya ada pada hubungan antara lini tengah dan ujung tombak.
Masalah yang diidentifikasi Marcos bukan soal penyelesaian akhir, melainkan proses membangun kerja sama tim. Pergantian musim dan kedatangan pemain baru membuat koneksi dengan penyerang nomor 9 belum terbentuk sempurna.
"Sebenarnya masalahnya adalah pergantian musim, kedatangan pemain-pemain baru, serta kesulitan membangun koneksi dengan pemain nomor 9. Namun, sudah ada peningkatan dari Lokolingoy dan Mauro. Jadi, itulah hal yang paling utama," tutur Marcos Santos.
Marcos menyebut dua nama yang dinilainya mulai menemukan ritme permainan. Peningkatan dari Lokolingoy dan Mauro menjadi sinyal positif di tengah proses adaptasi skuad baru.
Perubahan komposisi pemain memang menjadi konsekuensi yang harus dihadapi setiap tim di awal musim. Arema FC kini berada di fase di mana hasil di lapangan sudah terlihat, tetapi proses internal masih terus dibenahi.
Selain memperbaiki koordinasi lini depan, Marcos juga berupaya menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Organisasi permainan yang solid dibutuhkan agar tim tidak mudah kehilangan kendali saat lawan melakukan serangan balik.
"Tim mampu mencapai keseimbangan dalam bertahan, dengan mempertimbangkan komposisi pemain yang dimiliki dan peluang-peluang yang tercipta. Namun, sangat disayangkan, tim yang mencetak gol paling banyak di kompetisi ini adalah Arema," ujar Marcos Santos.
Dari empat laga yang sudah dilalui, Arema FC membuktikan bahwa peluang yang diciptakan mampu dikonversi menjadi gol. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi produktivitas sambil memperbaiki koneksi antarlini.
Laga pekan kelima Super League 2026/2027 akan menjadi tolok ukur hasil evaluasi selama persiapan. Arema FC akan bertandang ke Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (17/10/2026) sore.
Pada laga melawan Garudayaksa FC itu, Arema FC tidak hanya dituntut mempertahankan ketajaman. Pola serangan yang semakin terorganisasi juga menjadi indikator apakah proses pembenahan Marcos berjalan sesuai rencana.