PWI Sulsel 2026–2031: Suwardi Thahir Pimpin, Dewan Pakar Diisi Akademisi hingga Aktivis

Penulis: Ramli Siregar  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 07:03:02 WIB
Suwardi Thahir terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Sulsel periode 2026–2031 dalam konferensi di Makassar.

MAKASSAR — Suwardi Thahir terpilih secara aklamasi dalam konferensi PWI Sulsel pada Juni 2026. Ia memimpin kepengurusan yang didampingi sejumlah pengurus bidang, dengan tantangan utama memperkuat profesionalisme wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan menjaga keberlanjutan media di tengah perubahan lanskap digital.

Struktur organisasi juga menempatkan Mappiar HS pada bidang organisasi. Pengalamannya di lingkungan kewartawanan dan pengelolaan media menjadi modal memperkuat konsolidasi anggota serta hubungan PWI dengan ekosistem perusahaan pers di Sulawesi Selatan.

Siapa Saja yang Duduk di Dewan Penasihat dan Dewan Pakar?

Dewan Penasihat dipimpin Syamsu Nur, didampingi Ardhy M. Basir sebagai sekretaris. Anggotanya antara lain Ronald Ngantung, Laode Arumahi, Yonathan Mandiangan, Andi Patarai Wawo, Andi Maskarma, A.B. Iwan Azis, Umar Arif Ruhma, Ibrahim Manisi, Nur Syamsu Sultan, Sofrani Razak, Mustari Bella, dan Moh. Natsir Amka.

Dewan Pakar diketuai Prof. Dr. Muh. Akbar, M.Si., akademisi Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin. Sejumlah nama dengan latar belakang beragam mengisi lembaga ini, termasuk Prof. Dr. Mas'ud Muhammadiyah, Prof. Dr. Aidir Amin Daud, Prof. Dr. Anshari, Dr. Sukriansyah S. Latief, Dr. Ajiep Padindang, Andi Asmadi, Salahuddin Alam Daeng Tiro, Muhammad Ramli Rahim, dan Kamaruddin Azis.

Jurnalisme Kemaritiman hingga Pendidikan Anak Muda

Kamaruddin Azis, pendiri Pelakita.ID dan maritimeposts.com, membawa perhatian pada jurnalistik kemaritiman, lingkungan, perikanan, dan pembangunan masyarakat pesisir. Pengalaman itu berpotensi memperkaya perspektif PWI dalam mengembangkan jurnalisme sektoral yang menghubungkan persoalan masyarakat dengan kebijakan publik dan keberlanjutan lingkungan.

Salahuddin Alam Daeng Tiro datang dengan pengalaman aktivisme lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan kegiatan kebudayaan Sulawesi Selatan. Keterlibatannya dalam jejaring organisasi, termasuk IKA Unhas dan KKSS, memperlihatkan hubungan antara gerakan masyarakat sipil, pelestarian kebudayaan, dan modal sosial untuk mendukung jurnalisme berbasis komunitas.

Muhammad Ramli Rahim aktif di jejaring pendidikan, kehumasan, dan pemberdayaan generasi muda. Latar belakangnya di bidang komunikasi dan pendidikan relevan bagi penguatan literasi media, pendidikan jurnalistik, serta hubungan PWI dengan perguruan tinggi dan komunitas anak muda.

Tantangan Menerjemahkan Jejaring Jadi Program Terukur

Tiga latar belakang berbeda itu menghadirkan sudut pandang yang saling melengkapi, mulai dari jurnalisme kemaritiman dan lingkungan, aktivisme serta kebudayaan, hingga pendidikan dan komunikasi publik. Jika dikelola melalui program yang terarah, keragaman pengalaman tersebut dapat memperluas kontribusi Dewan Pakar terhadap pengembangan profesi wartawan dan kualitas pemberitaan.

Keberadaan para senior di Dewan Penasihat diharapkan membantu menjaga kesinambungan organisasi, memberikan pertimbangan strategis, serta memperkuat komunikasi di antara anggota dan komunitas pers.

Tantangan PWI Sulsel ke depan bukan sekadar menjalankan struktur kepengurusan. Pengalaman dan jejaring anggota perlu diterjemahkan menjadi program yang terukur, mencakup peningkatan kompetensi wartawan, perlindungan profesi, penguatan media lokal, literasi digital, serta jurnalisme kebudayaan dan lingkungan.

Ukuran keberhasilan kepengurusan periode 2026–2031 tidak semata banyaknya nama besar dalam struktur, melainkan sejauh mana PWI Sulsel mampu memperkuat profesionalisme wartawan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pers.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: pelakita.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top