Enrekang Jadi Satu-satunya Daerah Champion Cabai Sulsel, Pasok Kebutuhan hingga Pasar Induk Kramat Jati

Penulis: Tedy Rustandi  •  Selasa, 29 September 2026 | 09:33:31 WIB
Cabai dari Kabupaten Enrekang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

MAKASSAR — Pelaksana Tugas Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulawesi Selatan, Sarijuddin, menyebut Enrekang sebagai satu-satunya kabupaten yang menyandang status Champion Cabai di provinsi itu. Status tersebut diberikan setelah pemerintah pusat menilai kemampuan produksi cabai Enrekang mampu menopang kebutuhan saat pasokan di daerah konsumen menipis.

Mekanisme program Champion Cabai bekerja sederhana: ketika Pasar Induk Kramat Jati kekurangan pasokan, pemerintah pusat menghubungi daerah champion untuk memasok cabai. Enrekang masuk dalam daftar penghubung itu.

Enrekang Diminta Pasok Saat Kramat Jati Kekurangan Cabai

Cabai dari Enrekang tidak hanya dipakai untuk kebutuhan Sulawesi Selatan. Daerah itu juga bisa memasok ke provinsi lain jika ada permintaan dari pemerintah pusat.

"Bilamana tidak ada permintaan cabai di pusat, di Jakarta, maka dia menjual cabainya di provinsi lain," ujar Sarijuddin dalam dialog bersama Pro 1 RRI Makassar.

Menurut Sarijuddin, kemampuan produksi Enrekang menjadi pertimbangan utama penetapan status champion. Pemerintah pusat menilai Enrekang layak menopang pasokan ketika Kramat Jati menghadapi kekurangan.

"Enrekang dianggap sebagai sentra cabai. Nah, itu sementara hanya Enrekang dulu, Bu, dijadikan daerah sentra," katanya.

Jeneponto dan Gowa Diusulkan, Baru Enrekang yang Ditetapkan

Pemerintah daerah sebelumnya mengusulkan Kabupaten Jeneponto dan Gowa sebagai calon daerah Champion Cabai berikutnya. Namun, hingga kini pemerintah pusat baru menetapkan Enrekang untuk Sulawesi Selatan.

Penetapan itu menempatkan Enrekang sebagai penopang utama pasokan cabai di jalur distribusi Jakarta. Jika Kramat Jati kekurangan stok, Enrekang menjadi daerah pertama yang dihubungi sebelum pasokan didatangkan dari wilayah lain.

Pemprov Sulsel Dorong Warga Tanam Cabai di Pekarangan

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tidak hanya mengandalkan produksi Enrekang. Warga didorong menanam cabai secara mandiri di pekarangan rumah untuk memperkuat ketersediaan di tingkat lokal.

Selain itu, pemerintah berencana memperkuat produksi melalui bantuan benih cabai pada 2026. Program tersebut menyasar daerah-daerah yang memiliki potensi pertanian cabai, termasuk wilayah yang sebelumnya diusulkan menjadi champion.

Dengan status champion, Enrekang memikul dua peran sekaligus: memenuhi kebutuhan cabai Sulawesi Selatan dan menjadi penyangga pasokan nasional saat Kramat Jati kekurangan. Pemerintah pusat belum memberi jadwal kapan Jeneponto dan Gowa menyusul Enrekang sebagai daerah champion.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top