SULAWESI SELATAN — Manajemen Java United angkat bicara soal ucapan bernada negatif Direktur Teknik Achmad Resal kepada pelatih Persija Jakarta, Shin Tae Yong. Klub menyerahkan seluruh proses penyelesaian ke Komite Disiplin PSSI, namun menyinggung soal pemicu kericuhan di laga Sabtu (19/9) itu.
Insiden tersebut terjadi saat Persija Jakarta menjamu Java United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (19/9). Kericuhan meletus di area bangku cadangan dan melibatkan jajaran ofisial kedua tim.
Dalam video yang beredar di media sosial, Achmad Resal terlihat mencak-mencak ke arah Shin Tae Yong. Pria yang menjabat Direktur Teknik Java United itu mendekati bangku cadangan Persija sebelum akhirnya dilerai petugas keamanan.
"Kamu di sini itu pendatang! Ini daerah saya," ujar Resal dalam rekaman yang viral tersebut.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari Achmad Resal maupun Shin Tae Yong terkait duduk perkara ucapan tersebut.
Melalui pernyataan tertulis, manajemen Java United menyayangkan kericuhan yang terjadi. Klub tidak membantah kejadian tersebut, tetapi menegaskan ada pemicu yang perlu dipertimbangkan.
"Atas kejadian dan kericuhan, dengan segala pemicu dan penyebab keributan, saat pertandingan Persija vs Java United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Sabtu (19/9), kami menyayangkan hal tersebut," tulis manajemen Java United.
Klub juga menyerahkan sepenuhnya proses hukum dan disiplin kepada Komdis PSSI. Mereka meyakini setiap kejadian punya penyebab yang bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum keputusan diambil.
"Kami menyerahkan sepenuhnya segala proses penyelesaian masalah dan kejadian tersebut kepada Komite Disiplin [Komdis] PSSI. Kami yakin, setiap kejadian ada penyebab dan pemicunya yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan oleh Komdis," lanjut pernyataan yang dirilis Rabu (23/9) itu.
Sebelum Java United bersuara, manajemen Persija sudah menyatakan sikap. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu menyerahkan penyelesaian insiden ke Komdis PSSI sesuai regulasi yang berlaku.
"Saat ini Persija menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian atas insiden di laga tersebut kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku," tulis pihak Persija.
Persija berharap proses di Komdis PSSI berjalan objektif berdasarkan fakta dan bukti yang tersedia di lapangan.
"Persija percaya bahwa setiap kejadian dapat diproses secara objektif berdasarkan fakta dan bukti yang tersedia di lapangan," lanjut pernyataan tersebut.
Baik Persija maupun Java United kompak menyerahkan kasus ini ke Komdis PSSI. Artinya, sanksi atau tindak lanjut apa pun sepenuhnya bergantung pada hasil pemeriksaan federasi.
Komdis PSSI belum merilis jadwal sidang atau pernyataan resmi terkait insiden di Gianyar tersebut. Keputusan nantinya akan menjadi acuan apakah ucapan bernada negatif terhadap pelatih lawan masuk kategori pelanggaran disiplin berat atau tidak.