MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menilai kemampuan membaca data statistik belum cukup berhenti di tataran dokumen perencanaan. Aparatur pemerintah, katanya, perlu bisa memahami hingga menginterpretasikan angka agar keputusan yang diambil tidak salah arah.
Penilaian itu disampaikan Appi usai bertemu Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti di Hotel Claro Makassar. Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama antara Pemkot Makassar dan BPS RI, khususnya untuk meningkatkan kapasitas ASN di bidang statistik.
Menurut Appi, data statistik berperan langsung dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Tanpa kemampuan interpretasi yang memadai, data berisiko hanya menjadi lampiran angka tanpa dampak pada kebijakan.
“Tadi silaturahmi biasa kepada kepala BPS pusat, banyak hal yang kami bahas bersama, salah satunya terkait pentingnya peningkatan kemampuan ASN dalam bidang statistik,” ujar Munafri.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peningkatan kompetensi statistik tidak hanya menyasar satu dinas tertentu. Seluruh jajaran aparatur Pemkot Makassar didorong memiliki pemahaman yang sama terhadap data yang mereka kelola sehari-hari.
Kerja sama dengan BPS RI membuka ruang bagi ASN Makassar untuk memperoleh peningkatan kapasitas, baik melalui pelatihan maupun pendampingan teknis. BPS sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas data statistik nasional memiliki kompetensi untuk mengawal proses tersebut.
Pertemuan di Hotel Claro Makassar juga menjadi ajang konsolidasi antara pemerintah daerah dan lembaga pusat. Sinergi semacam ini dinilai penting agar data yang dihasilkan di tingkat kota sejalan dengan standar nasional.
Selain penguatan kapasitas ASN, kolaborasi tersebut turut membuka peluang pendidikan afirmasi bagi putra-putri daerah yang berminat mendalami bidang statistik. Skema ini menjadi jalur alternatif untuk menyiapkan sumber daya manusia yang ahli di sektor data.
Bagi warga Makassar, kemampuan statistik aparatur berdampak langsung pada kualitas program yang mereka terima. Kebijakan yang berbasis data cenderung lebih tepat sasaran, mulai dari penanganan banjir, layanan posyandu, hingga penataan kawasan permukiman.
Pemkot Makassar menempatkan peningkatan SDM statistik sebagai bagian dari upaya jangka panjang. Diharapkan, tiap keputusan yang diambil memiliki dasar data yang bisa dipertanggungjawabkan, bukan sekadar asumsi di ruang rapat.