SULAWESI SELATAN — Listing reseller kemudian bermunculan dengan harga US$700 hingga US$1.000. Beberapa penjual bahkan memasang harga bundle hingga sekitar US$1.700. Angka itu adalah harga yang diminta penjual, bukan bukti transaksi yang sudah terjadi pada nominal tersebut.
Nintendo memperkenalkan konsol ini sebagai bagian dari perayaan 40 tahun franchise The Legend of Zelda. Perangkat hadir dengan Joy-Con bernuansa hijau dan emas, dock berwarna hitam emas dengan elemen Triforce, serta desain khusus pada kemasannya.
Selain konsol, Nintendo menyiapkan lini aksesori bertema serupa. Zelda 40th Anniversary Edition Pro Controller dijual US$99,99, atau US$109,99 jika dipaketkan dengan stand khusus. Carrying case dibanderol US$39,99. Ketiganya dijadwalkan meluncur bersamaan pada 29 Oktober 2026.
Nintendo menjadwalkan penjualan perdana konsol edisi ini pada 29 Oktober 2026. Sejumlah listing reseller mencantumkan estimasi pengiriman September, padahal tanggal resmi peluncuran masih Oktober. Ini menandakan sebagian penjual memakai skema pre-order spekulatif.
Laporan terbaru menyebut Nintendo sudah memastikan rencana restock untuk pasar Inggris dan Irlandia. Konsol ini juga disebut akan tersedia melalui toko fisik Nintendo tertentu saat peluncuran. Kelangkaan pada masa pre-order belum berarti Nintendo tidak akan menambah pasokan.
Fenomena ini bukan hal baru untuk perangkat Nintendo bertema Zelda. Switch OLED The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom sebelumnya juga punya daya tarik tinggi di kalangan kolektor. Bedanya, edisi 40th Anniversary merupakan varian khusus pertama untuk Switch 2.
Permintaannya datang dari dua kelompok sekaligus. Pertama, fans berat Zelda yang mengincar perangkat koleksi. Kedua, pemilik Switch 2 yang ingin memiliki varian berbeda dari konsol mereka. Kombinasi ini menciptakan tekanan permintaan yang sulit dipenuhi stok awal.
Harga tinggi di pasar sekunder belum tentu mencerminkan nilai pasar sebenarnya. Listing mahal hanya menunjukkan berapa uang yang diminta reseller, bukan harga yang bisa ditoleransi konsumen. Dalam situasi seperti ini, tingginya harga listing justru bisa memicu fear of missing out (FOMO), ketika calon pembeli merasa harus membayar mahal sebelum stok makin sulit ditemukan.
Strategi edisi terbatas sudah lama jadi senjata Nintendo untuk menjaga momentum penjualan hardware. Varian bertema waralaba besar biasanya habis lebih cepat dari versi standar, terutama di pasar Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Pasar reseller pun terbentuk secara organik begitu stok ritel kosong.
Untuk pasar Indonesia, Nintendo Switch 2 edisi Zelda 40th Anniversary belum diumumkan secara resmi. Penggemar lokal yang ingin mengamankan unit kemungkinan harus mengandalkan importir atau reseller regional. Harga di pasar lokal nanti berpotensi lebih tinggi dari US$519,99 karena faktor kurs dan biaya pengiriman.
Remake Ocarina of Time dijadwalkan hadir 5 November 2026 dan tidak termasuk dalam paket konsol edisi anniversary ini. Bagi yang belum berhasil mendapat unit di gelombang pertama, menunggu restock resmi Nintendo jadi opsi paling rasional dibanding membayar premi besar ke reseller.