SULAWESI SELATAN — Seekor kucing kurus dan sakit yang diselamatkan petugas stasiun pada Oktober tahun lalu kini menjelma menjadi magnet wisata di Stasiun Nakanocho. Sepanjang pertengahan Juli lalu, penggemar yang membawa kamera tampak memenuhi area stasiun saat Nakano-san datang bertugas. Popularitasnya dikelola langsung oleh Choshi Electric Railway Co. sebagai promosi media sosial.
Perjalanan Nakano-san menjadi kepala stasiun dimulai saat petugas stasiun menemukannya dalam kondisi flu, kurus, dan kedua matanya sulit terbuka. Dengan perawatan rutin di stasiun, kondisi kucing betina itu perlahan membaik hingga terbiasa dengan kehadiran manusia di sekitarnya.
Ia pertama kali diperkenalkan sebagai pegawai magang pada Januari tahun ini. Baru pada Mei, Choshi Electric Railway Co. mengangkatnya menjadi kepala stasiun.
Profil daringnya menggambarkan Nakano-san sebagai kucing yang penasaran, penyayang, suka bermain, dan banyak tidur. Saat cuaca panas, anabul ini memilih menghabiskan waktu di atas rak buku alih-alih berkeliaran di sekitar stasiun.
Kehadiran Nakano-san memperkaya pengalaman wisata menyusuri jalur kereta lokal di Kota Choshi. Kota di Prefektur Chiba ini dikenal dengan pemandangan pantai dan suasana kota tua Jepang yang kontras dengan hiruk-pikuk Tokyo.
Berkat Nakano-san, stasiun kecil ini jadi tempat persinggahan baru bagi pecinta kucing dan pelancong yang mencari destinasi non-mainstream. Ia bertugas sekitar sekali dalam sepekan, terutama saat cuaca tidak terlalu terik.
Sekretaris Nakano, Remi Magami, menaruh harapan besar pada pengaruh kucing ini terhadap pariwisata lokal.
"Saya berharap Nakano-san bisa memberi orang alasan untuk berkunjung ke Choshi," kata Remi Magami.
Salah satu penggemar bernama Mayumi Ito bahkan rutin mengunjungi Stasiun Nakanocho sebulan sekali sejak Nakano menjadi kepala stasiun. Perempuan 47 tahun itu mengaku sudah mengenal Nakano sejak kecil dan merasa sangat memedulikannya. Minat wisatawan semacam ini penting bagi kota-kota kecil Jepang yang mengandalkan kereta lokal sebagai urat nadi perekonomian.
Stasiun Nakanocho berada di bawah pengelolaan Choshi Electric Railway, jalur kereta yang menghubungkan area sekitar Kota Choshi. Wisatawan yang ingin melihat Nakano-san bertugas perlu memperhatikan jadwal kemunculannya yang tidak harian, karena anabul ini hanya bekerja sekitar sekali sepekan akibat cuaca panas.
Jam terbaik berkunjung adalah pagi atau sore hari saat suhu tidak terlalu tinggi. Harap diingat bahwa Nakano-san tetap kucing — ia bebas tidur di atas rak buku dan tidak bisa dipaksa berpose untuk pengunjung. Sikap tenang dan sabar adalah kunci menikmati momen bersama pejabat stasiun berbulu ini.
Jika ingin memastikan hari tugas Nakano-san, pantau akun media sosial resmi Choshi Electric Railway yang kerap mengunggah kegiatannya. Informasi jadwal terkini juga bisa dikonfirmasi langsung ke pihak stasiun sebelum berangkat.
Bagi traveler yang merencanakan liburan ke Jepang dan mencari pengalaman berbeda dari wisata kota besar, Choshi menawarkan cerita unik tentang bagaimana seekor kucing mampu membangun koneksi emosional antara stasiun kecil, komunitas lokal, dan wisatawan dari berbagai penjuru.