MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin membuka Rapat Kerja KONI Kota Makassar Tahun 2026 di Hotel Novotel Makassar, Sabtu (29/8/2026). Dalam sambutannya, ia menyoroti pentingnya fondasi organisasi yang kuat, terutama dari sisi pengelolaan keuangan.
Menurut Munafri, anggaran yang dikelola KONI berasal dari uang rakyat. Karena itu, pertanggungjawabannya harus detail dan tidak bisa ditawar.
"Anggaran itu datang dari anggaran yang didapatkan dari rakyat, sehingga pertanggungjawabannya harus benar-benar dipertanggungjawabkan secara detail," ujarnya.
Munafri menekankan bahwa pengelolaan keuangan yang buruk akan berdampak langsung pada keberlangsungan organisasi. Ia bahkan mengingatkan potensi persoalan hukum di kemudian hari jika pengelolaan dilakukan asal-asalan.
"Jadi sistem pengelolaan itu menjadi dasar dari sebuah sistem pengelolaan organisasi. Kalau keuangannya buruk, pasti akan berdampak sangat buruk," kata Munafri.
Ia meminta prinsip transparansi dan kehati-hatian diterapkan dalam setiap proses pengelolaan anggaran. Semangat fair play yang melekat di dunia olahraga, kata dia, juga harus berlaku dalam tata kelola organisasi.
"Itu yang tadi saya bilang, sistem pengelolaan ini juga harus fair play. Tidak bisa kalau asal-asalan dikelola, akhirnya akan menjadi persoalan hukum nanti di belakang hari," tegasnya.
Ketua KONI Makassar Ismail mengatakan pembenahan tata kelola menjadi fokus utama sejak dirinya memimpin. Salah satu yang dibenahi adalah sistem pengelolaan keuangan agar lebih tertib, transparan, efisien, dan akuntabel.
Ismail menjelaskan, KONI Makassar telah menerapkan aplikasi keuangan yang konsepnya diadaptasi dari sistem pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Makassar. Sistem ini mulai digunakan sejak 2025 dan terus dikembangkan agar bisa dipakai lebih luas oleh cabang olahraga.
Selain aplikasi keuangan, KONI Makassar juga menerapkan sistem e-purchasing dalam proses belanja organisasi. Digitalisasi ini diharapkan membuat setiap proses pengelolaan anggaran dan belanja lebih mudah dipantau serta dipertanggungjawabkan.
Ismail bahkan menyebut KONI Makassar menjadi satu-satunya KONI di Indonesia yang menerapkan aplikasi keuangan sekaligus sistem belanja dengan pendekatan digital. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun organisasi olahraga yang tidak hanya berorientasi pada prestasi atlet, tetapi juga memiliki tata kelola profesional.