DPRD Sulawesi Selatan dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel sepakat melanjutkan skema pembangunan Multi Years Project (MYP) tahap kedua. Program senilai Rp 3,7 triliun yang menyerap anggaran untuk perbaikan 1.000 kilometer jalan dan irigasi ini dinilai berdampak langsung ke masyarakat desa dan kota.
MAKASSAR — Keberlanjutan program pembangunan infrastruktur melalui skema Multi Years Project (MYP) di Sulawesi Selatan memasuki babak baru. Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel dan jajaran eksekutif sepakat melanjutkan program tersebut ke tahap kedua, menyusul anggaran tahap pertama yang mencapai Rp 3,7 triliun dan bersumber dari hasil efisiensi APBD.
Koordinator Harian Banggar DPRD Sulsel, Mizar Roem, menegaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik di perkotaan. Menurutnya, sektor pertanian dan pariwisata menjadi perhatian serius dalam pembahasan anggaran, yang menandakan arah pembangunan menyasar hingga ke pelosok desa.
“Berbagai sektor sangat diseriusi, terutama sektor pertanian. Ini mempertegas bahwa Pak Gubernur bukan hanya membangun dari kota, tetapi dari desa pun dibangun,” ujar Mizar di Makassar, Kamis.
Mayoritas pagu anggaran MYP 2025-2027 terserap untuk pembangunan infrastruktur jalan kewenangan provinsi. Total dana yang dialokasikan mencapai Rp 2,5 triliun untuk peningkatan dan pengaspalan 1.000 kilometer jalan yang tersebar di 85 ruas jalan berbagai kabupaten/kota.
Selain jalan, program ini juga mengakomodasi pembangunan irigasi senilai Rp 780 miliar yang melayani area persawahan seluas 54.000 hektare. Pembangunan rumah sakit regional di Kabupaten Gowa dan Luwu juga masuk dalam daftar prioritas, termasuk untuk kawasan Luwu Raya.
Skema pendanaan tahun jamak dinilai menjadi instrumen kunci untuk mempercepat pemerataan pembangunan. Mizar menilai konsistensi pembangunan lintas sektor ini memperkuat posisi Gubernur Andi Sudirman Sulaiman sebagai pemimpin yang memiliki perhatian terhadap pemerataan.
“Bahkan sektor pariwisata pun dibangun. Jadi pembangunan ini tidak hanya satu sektor, tetapi berbagai sektor yang menjadi kekuatan Sulawesi Selatan,” katanya.
Mizar berharap pelaksanaan MYP tahap pertama dapat berjalan sukses dan berlanjut ke tahap kedua. Ia menilai kesinambungan program ini akan menjaga ritme pembangunan Sulsel ke depan.
“Kalau ini berjalan lancar dan sukses, MYP tahap satu sukses, MYP tahap dua sukses, Insya-Allah perjalanan Andalan Hati (Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi) paripurna untuk Sulawesi Selatan di kemudian hari,” ujar dia.
Program MYP 2025-2027 sendiri resmi diluncurkan pada Oktober 2025 lalu. Seluruh anggarannya merupakan hasil efisiensi belanja APBD Provinsi Sulsel, tanpa menambah beban utang daerah.