MAKASSAR — Sebanyak 26 personel dari jajaran Polda Sulawesi Selatan mengikuti Sertifikasi Penyidik dan Penyidik Pembantu yang digelar di SPN Batua, Makassar, Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro didampingi Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra S., M.Si., dan Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan.
Kapolda Sulsel menegaskan bahwa dinamika penegakan hukum saat ini tidak lagi sederhana. Perkembangan teknologi dan perubahan modus operandi kejahatan menuntut setiap penyidik memiliki kapasitas yang mumpuni, bukan sekadar pengalaman lapangan.
Di hadapan para peserta, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro mengapresiasi tren kinerja penyidik Polda Sulsel. Menurutnya, hasil penyelidikan yang ada saat ini menunjukkan peningkatan baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.
"Secara profesional, kami banyak melihat hasil-hasil penyelidikan sudah semakin meningkat, baik itu kualitas maupun kuantitas. Ini tentunya harus terus dipertahankan dan ditingkatkan," ujar Kapolda dalam sambutannya.
Ia menambahkan, sertifikasi menjadi langkah strategis untuk memastikan standar kompetensi penyidik selaras dengan kebutuhan hukum modern. "Ke depan, tantangan yang dihadapi para penyidik akan terus berkembang, sehingga diperlukan peningkatan kemampuan, kompetensi, dan profesionalisme secara berkelanjutan," lanjutnya.
Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra menekankan bahwa sertifikasi bukan sekadar formalitas administratif. Ia mengingatkan bahwa kompleksitas perkara akan terus bertambah seiring munculnya kejahatan berbasis digital dan jaringan lintas wilayah.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut penyidik untuk terus memperbarui pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dalam menangani setiap perkara. Sertifikasi menjadi salah satu mekanisme untuk memastikan setiap penyidik dan penyidik pembantu memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar profesi.
Kegiatan di SPN Batua ini dihadiri para Pejabat Utama Polda Sulsel. Sertifikasi penyidik merupakan program berkelanjutan yang digelar secara rutin untuk menjaga kualitas penegakan hukum di wilayah Sulawesi Selatan.