PALOPO — Pendaftaran mahasiswa baru di Universitas Mega Buana (UMB) Palopo masih akan dibuka hingga September 2026. Namun, untuk Program Studi S1 Kedokteran, kuota tahun akademik 2026 sudah terpenuhi di tengah tingginya minat calon mahasiswa.
Hingga Agustus 2026, total pendaftar mencapai 4.963 orang. Dari jumlah tersebut, 3.255 pendaftar telah dinyatakan lulus seleksi.
Rektor UMB Palopo, Prof Nilawati Uly, menyampaikan capaian ini saat memberi sambutan pada Wisuda Angkatan XVII Periode IV di Saodenrae Convention Center, Rabu (26/8/2026). Ia mengingatkan bahwa posisi kampus saat ini tidak diraih secara instan.
UMB Palopo berawal dari STIKES Mega Buana yang hanya memiliki tiga program studi dan satu lahan kampus. Setelah 17 tahun perjalanan, kampus ini kini mengelola 18 program studi dan memiliki enam lahan kampus.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kepercayaannya kepada UMB Palopo sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi,” ujar Prof. Nilawati.
Pendaftar tahun ini tersebar di berbagai jenjang pendidikan. Kampus yang berdiri sejak 2009 ini membuka program doktoral hingga sarjana.
Prof. Nilawati menyebut kepercayaan masyarakat sebagai anugerah terbesar bagi kampusnya. Komitmen menjaga kepercayaan itu diwujudkan lewat kebijakan yang memperluas akses pendidikan tinggi.
UMB Palopo menyediakan biaya pendidikan yang relatif terjangkau dengan sistem angsuran. Kampus juga memiliki program beasiswa bagi mahasiswa agar tidak ada yang berhenti kuliah karena kendala ekonomi.
Selain itu, kampus memberikan pendampingan karier dan uji kompetensi secara gratis, khususnya untuk menghadapi Uji Kompetensi Nasional. UMB Palopo juga memfasilitasi peluang kerja bagi lulusan, baik di dalam maupun luar negeri.
Melalui program UMB Care, kampus rutin membagikan bahan pangan gratis setiap Jumat kepada mahasiswa yang membutuhkan. “Perguruan tinggi bukan hanya tempat melahirkan lulusan yang cerdas, tetapi juga manusia yang memiliki hati dan empati,” demikian pesan yang disampaikan dalam rangkaian program tersebut.
Perkembangan UMB Palopo diapresiasi Kepala LLDIKTI Wilayah IX yang diwakili Kasubbag Umum, Syahruddin. Berdasarkan penilaian LLDIKTI, UMB Palopo konsisten masuk jajaran lima besar perguruan tinggi terbaik dari 223 perguruan tinggi di wilayah LLDIKTI IX.
Penilaian tersebut mencakup indikator tata kelola kelembagaan, pembukaan program studi strategis, peningkatan akreditasi, jumlah mahasiswa, serta capaian prestasi akademik dan nonakademik.
Staf Ahli Pemkot Palopo Bidang Kesra, Taufik Gurrahman, yang hadir mewakili Wali Kota Palopo, menilai perkembangan UMB turut mengangkat citra pendidikan tinggi di Kota Palopo. “Saya yakin ke depan, UMB tidak hanya terkenal di Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur semata,” katanya.