Menkeu Purbaya: APBN Jawa Barat Surplus Rp 22 Triliun hingga Juli 2026, Belanja Modal Melonjak 115%

Penulis: Pandu Wibisono  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:39:01 WIB
Menteri Keuangan Purbaya meninjau pelaksanaan APBN di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (24/8/2026).

SULAWESI SELATAN — Pendapatan negara di Jawa Barat tumbuh 6,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini ditopang oleh penerimaan perpajakan yang mencapai Rp 81,30 triliun atau tumbuh 7,35 persen secara tahunan.

Kontribusi Sektor Industri Pengolahan terhadap Pajak

Dari sisi penerimaan pajak, sektor industri pengolahan mendominasi dengan kontribusi Rp 30,60 triliun. Angka tersebut setara 47,93 persen dari total penerimaan pajak di Jawa Barat yang mencapai Rp 63,84 triliun. Sementara itu, penerimaan dari kepabeanan dan cukai tercatat Rp 17,46 triliun.

Purbaya menekankan bahwa kinerja fiskal ini harus dirasakan langsung oleh masyarakat. "Kita ingin memastikan APBN di Jawa Barat tidak berhenti pada laporan penyerapan anggaran, tetapi hadir dalam bentuk aktivitas ekonomi, dukungan usaha, pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya saat meninjau pelaksanaan APBN di Kota Bandung, Senin (24/8/2026).

Belanja K/L Tumbuh 28,86% di Tengah Kontraksi Total Belanja

Meskipun total belanja negara secara tahunan terkontraksi 1,45 persen, belanja kementerian/lembaga (K/L) justru menunjukkan akselerasi signifikan. Realisasi belanja K/L mencapai Rp 26,61 triliun, tumbuh 28,86 persen dibandingkan Juli 2025.

Lonjakan terbesar terjadi pada belanja modal yang mencapai Rp 3,11 triliun, melonjak 115,37 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Desa terealisasi Rp 36,98 triliun atau 59,82 persen dari pagu yang ditetapkan.

Penyaluran KUR dan UMi Capai Rp 24,55 Triliun

Untuk memastikan APBN bekerja di sektor riil, pemerintah menyalurkan pembiayaan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 23,24 triliun kepada 357,3 ribu debitur di Jawa Barat. Selain itu, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) mencapai Rp 1,31 triliun yang menjangkau 226,4 ribu debitur.

"Setiap rupiah APBN harus terus bekerja, bukan hanya tercatat sebagai angka realisasi, tetapi benar-benar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat," kata Purbaya.

Ekonomi Jabar Tumbuh 5,73% dan Inflasi Terkendali

Kinerja fiskal ini berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang mencapai 5,73 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Secara kuartalan, ekonomi tumbuh 2,25 persen, ditopang oleh sektor industri pengolahan.

Inflasi di Jawa Barat pada Juli 2026 tercatat 2,72 persen secara tahunan. Neraca perdagangan provinsi ini juga mencatat surplus 13,79 miliar dolar AS selama periode Januari-Juli 2026, menunjukkan daya saing produk lokal yang kuat di pasar ekspor.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top