SIG Pamerkan Bata Interlock Presisi di Danantara Housing Expo 2026, Klaim Ramah Gempa

Penulis: Tedy Rustandi  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 09:10:01 WIB
SIG memamerkan Bata Interlock Presisi dalam Danantara Housing Expo 2026 di Sulawesi Selatan.

SULAWESI SELATAN — Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menegaskan bahwa produk ini bukan sekadar inovasi material, melainkan jawaban atas kebutuhan mendesak akan rumah yang layak di tengah keterbatasan lahan dan biaya. "Bata Interlock Presisi juga teruji ramah gempa, sehingga sangat cocok diaplikasikan dalam pembangunan rumah di wilayah rawan bencana atau menjadi solusi percepatan pembangunan kembali rumah masyarakat terdampak bencana," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (25/8/2026).

Mengapa Bata Ini Lebih Cepat dan Hemat?

Keunggulan utama produk ini terletak pada mekanisme saling mengunci antarbalok. Sistem ini menghilangkan kebutuhan akan berbagai tahapan konstruksi konvensional yang memakan waktu dan biaya.

Dengan sistem interlock, proses pembangunan menjadi lebih sederhana. Pekerja tidak lagi memerlukan perendaman bata, pembuatan bekisting, penggunaan bahan perekat atau spesi di setiap lapisan, hingga proses plester dan acian yang lazim dilakukan pada konstruksi bata merah biasa.

Efisiensi ini secara langsung memangkas biaya material dan durasi pengerjaan. Selain itu, tampilan akhir dinding yang presisi memberikan estetika modern tanpa perlu pelapisan tambahan, sebuah nilai tambah yang jarang ditemukan pada metode konvensional.

Dampak untuk Masyarakat dan Peluang Kolaborasi

Vita menambahkan bahwa partisipasi SIG dalam Danantara Housing Expo 2026 memiliki tujuan yang lebih luas. Perusahaan membuka peluang kolaborasi strategis dengan pemerintah, pengembang, kontraktor, dan pemangku kepentingan lain untuk memperluas adopsi teknologi ini.

Keunggulan tahan gempa menjadikan produk ini relevan untuk wilayah Indonesia yang berada di jalur cincin api. Teknologi ini dinilai tepat untuk program rehabilitasi pasca-bencana yang membutuhkan kecepatan pembangunan tanpa mengorbankan kualitas struktur bangunan.

Manfaat lain yang ditawarkan adalah kenyamanan termal. Bata ini diklaim mampu melepaskan panas yang terisolasi di dalam bangunan, sehingga membantu menjaga suhu ruangan tetap sejuk dan mengurangi ketergantungan pada pendingin udara.

Dengan kombinasi kecepatan, efisiensi biaya, dan ketahanan terhadap bencana, SIG berharap inovasi ini dapat menjadi tulang punggung baru dalam program penyediaan hunian terjangkau di Indonesia. Inisiatif ini sejalan dengan target pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur perumahan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top