JENEPONTO — Enam kesebelasan dari kabupaten di Zona Selatan Sulawesi Selatan akan berlaga di Stadion Mini Turatea dalam Turnamen Piala Gubernur Sulsel 2026. Menjelang kick-off pada 29 Agustus 2026, Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto, Dr. Aspa Muji, melakukan inspeksi menyeluruh ke lokasi pertandingan pada Jumat (21/8/2026).
Peninjauan ini menjadi langkah final Pemkab Jeneponto setelah sebelumnya menggelar rapat koordinasi lintas sektor. Fokus utama pemeriksaan meliputi kondisi lapangan utama, ruang ganti pemain, fasilitas penunjang atlet, serta akses tribun penonton.
Dalam kunjungannya, Aspa Muji menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan fasilitas terbaik bagi para peserta. Ia memastikan seluruh sarana pendukung pertandingan berada dalam kondisi siap pakai.
"Kita ingin memastikan semua sarana dalam kondisi siap pakai. Pemerintah Kabupaten berkomitmen menyajikan fasilitas rumput sintetis terbaik demi mendukung kelancaran kompetisi, kenyamanan para atlet, serta kesuksesan penyelenggaraan ajang bergengsi ini," ujar Aspa Muji di sela-sela peninjauan.
Penunjukan Jeneponto sebagai tuan rumah Zona Selatan dinilai sebagai kepercayaan besar yang harus dijawab dengan persiapan matang. Sebelum inspeksi lapangan, Sekda telah memimpin rapat koordinasi yang membahas pembagian tugas antar perangkat daerah.
Sejumlah aspek krusial turut menjadi bahasan dalam rapat tersebut, mulai dari skema pengamanan, kesiapan tim medis, hingga rencana penyambutan rombongan kesebelasan dari lima kabupaten tetangga. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar.
Pemkab Jeneponto berharap Stadion Mini Turatea mampu memenuhi standar penyelenggaraan turnamen tingkat provinsi. Dengan kesiapan ini, pengalaman bertanding yang optimal diharapkan dapat dirasakan oleh seluruh atlet yang berlaga di Piala Gubernur Sulsel 2026.
Turnamen ini menjadi ajang pembuktian bagi tuan rumah dalam mengelola event olahraga berskala regional. Persiapan yang matang diharapkan membawa dampak positif bagi kelancaran kompetisi sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Jeneponto.